Breaking News:

Harus Seberapa Dekat Jarak Tempat Tinggal Awak Kabin dari Pangkalan Bandara?

Menjadi awak kabin harus mengatahui aturan jarak tempat tinggal ke pangkalan bandara, agar bisa tiba tepat waktu atau lebih cepat dalam keadaan siaga.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Nurul Intaniar
Unsplash/@jackywatt
Ilustrasi pramugari di depan pintu pesawat 

Namun, seperti yang dicatat oleh organisasi, dokumen ini tidak memberikan nilai numerik yang ketat.

Sebaliknya, operator harus menyetujui jumlah awak di setiap pesawat melalui regulator negara operator. 

Sementara itu, ICAO menyatakan bahwa rasio awak kabin terhadap penumpang dan pintu keluar harus menjadi perhatian utama. 

Namun, seperti disebutkan, tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah awak kabin yang harus ada di dalam pesawat.

Aturan yang berbeda di daerah yang berbeda

Tentu saja, itu bukan akhir dari cerita. 

Beberapa regulator lain yang terlibat dalam industri penerbangan yang masing-masing memiliki aturan berbeda terkait jumlah awak kabin. 

Menurut Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA), jumlah minimum awak kabin harus ditetapkan selama proses sertifikasi setiap pesawat. 

Namun, hal ini terbuka untuk negosiasi berdasarkan beberapa pertimbangan hukum.

Ada peraturan yang berkaitan dengan bagaimana jumlah ini harus diputuskan dan di mana harus dicatat setelah angka ditetapkan. 

Namun sekali lagi, tidak ada aturan yang tegas dan tegas mengenai berapa tepatnya jumlah awak kabin yang harus ada di dalam pesawat tertentu.

Meski demikian, Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat memang membuat ketentuan khusus di bidang ini. 

Sekali lagi, organisasi ingin menekankan bahwa jumlah awak kabin yang ditempatkan di pesawat apa pun harus bergantung pada ukuran dan berat pesawat, bersama dengan total kapasitas penumpang yang terlibat.

Ada angka yang tepat dalam pedoman FAA, dengan masing-masing operator diharuskan menyediakan setidaknya jumlah minimum pramugari di setiap pesawat yang membawa penumpang.

Jumlah ini tergantung pada panjang penerbangan, jumlah penumpang, dan beberapa faktor kunci lainnya.

Pedoman FAA

Adapun Pedoman FAA terkait jumlah awak kabin dalam sebuah pesawat sebagai berikut:

1‌. Pesawat dengan kapasitas muatan maksimum lebih dari 7.500 pound, dan kapasitas tempat duduk antara sembilan dan 51 penumpang, memerlukan satu pramugari.

2‌. Pesawat dengan kapasitas muatan maksimum 7.500 pound atau kurang, dan kapasitas tempat duduk antara 19 dan 51 penumpang, memerlukan satu pramugari.

3‌. Pesawat yang memiliki kapasitas tempat duduk antara 50 dan 101 penumpang, seperti ATR 72 turboprop dengan 69 kursi) membutuhkan dua pramugari.

4‌. Pesawat dengan kapasitas tempat duduk di atas 100 penumpang memerlukan dua pramugari, ditambah satu pramugari tambahan untuk setiap unit 50 kursi penumpang.

Jadi 150 penumpang akan membutuhkan tiga pramugari, 200 penumpang akan membutuhkan empat pramugari, dan seterusnya.

Ini berarti bahwa pesawat berkapasitas paling signifikan, Airbus A380, dengan tempat duduk khas di atas 500 penumpang, membutuhkan setidaknya sepuluh awak kabin, menurut FAA. 

Meskipun peraturan ini tidak berlaku secara menyeluruh di semua lokasi, namun peraturan tersebut dapat dianggap sebagai panduan kasar untuk kemungkinan persyaratan pada penerbangan komersial apa pun.

(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

Kumpulan artikel penerbangan

Baca juga: Jadwal Penerbangan Batik Air dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma per 6 September 2022

Baca juga: China Airlines Buka Rute Taipei-Denpasar PP, Penerbangan Internasional Bandara Ngurah Rai Bertambah

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved