Breaking News:

Ramai Soal Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Begini Tanggapan Pihak Garuda Indonesia

Pihak maskapai Garuda Indonesia turut buka suara soal beredar kabar mahalnya tiket pesawat.

Editor: Nurul Intaniar
dok Kemenparekraf
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Pihak maskapai Garuda Indonesia turut buka suara soal beredar kabar mahalnya tiket pesawat. 

TRIBUTRAVEL.COM - Baru-baru ini publik sedang ramai membicarakan soal prakiraan kenaikan harga tiket pesawat.

Mahalnya tiket pesawat tentu akan menuai pro kontra dari semua pihak, termasuk masyarakat yang sering melakukan perjalanan bisnis atau lainnya menggunakan transportasi pesawat.

Ilustrasi tiket pesawat
Ilustrasi tiket pesawat (Pixabay.com/StockSnap)

Prakiraan naiknya harga tiket pesawat ini muncul setelah pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengizinkan pihak maskapai untuk memberlakukan biaya tambahan atau surcharge.

Berbicara soal mahalnya tiket pesawat, pihak maskapai Garuda Indonesia pun buka suara.

Baca juga: Tiket Pesawat Murah Jakarta-Labuan Bajo, 4 Maskapai Tawarkan Harga Mulai Rp 1 Jutaan

Maskapai tersebut mengaku bahwa masih senantiasa patuh terhadap ketentuan dan kebijakan harga tiket pesawat yang ada.

Pihak Garuda Indonesia menjelaskan bahwa mereka akan tetap mengacu pada aturan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) dalam hal tiket pesawat.

Selain itu pihak Garuda Indonesia juga menyebutkan bahwa akan tetap mengacu pada kebijakan penunjang dalam kaitan komponen harga tiket lainnya.

Lebih lanjut, menyikapi imbauan Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub) mengenai penerapan harga tiket yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Garuda Indonesia mengajak seluruh stakeholder penerbangan, untuk bersama-sama fokus mengoptimalkan momentum pemulihan industri penerbangan.

Maupun kebangkitan ekonomi nasional, dengan terus memperkuat sinergitas dalam memaksimalkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi udara yang aman dan nyaman,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, di Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Senin 8 Agustus 2022.

Irfan menyampaikan bahwa Garuda Indonesia, melihat imbauan ini sebagai pengingat bagi seluruh pelaku industri layanan transportasi udara untuk menyelaraskan langkah akselerasi kinerja dengan tetap menjaga komitmen kepatuhan terhadap aturan bisnis penerbangan, termasuk mengenai penerapan komponen harga tiket mengacu pada ketentuan dan regulasi berlaku serta secara berkesinambungan terus meningkatkan layanan transportasi udara yang berkualitas bagi masyarakat.

“Kami percaya kesadaran atas pentingnya keselarasan upaya untuk tumbuh dan pulih bersama di tengah situasi pandemi yang berkepanjangan, menjadi esensi penting guna memastikan ekosistem industri transportasi udara dapat terus bergerak maju memaksimalkan momentum pemulihan. Oleh karenanya, kiranya komitmen ini yang harus terus dijaga oleh seluruh pihak,” imbuh Irfan.

Sementara itu, terkait penerapan kebijakan Kementerian Perhubungan RI KM 142 Tahun 2022 tentang besaran biaya tambahan (surcharge) yang disebabkan adanya fluktuasi bahan bakar (fuel surcharge).

Garuda Indonesia tentunya akan menyikapi dan menjalankan kebijakan tersebut secara cermat dan seksama, dengan mempertimbangkan fluktuasi harga bahan bakar avtur terhadap kebutuhan penyesuaian harga tiket yang tentunya dengan tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan masyarakat atas aksesibilitas layanan penerbangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved