Breaking News:

Pilot 'Terlalu Percaya Diri', 48 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

Sebuah kecelakaan pesawat menewaskan 48 orang diduga terjadi akibat pilot yang 'terlalu percaya diri' saat hendak mendarat.

Unsplash/Caleb Woods
Ilustrasi ruang kokpit. Sebuah kecelakaan terjadi Tewas kan 48 orang akibat sang pilot 'terlalu percaya diri'. 

Beruntung tidak semua penumpang tewas, 10 penumpang lainnya berhasil merangkak keluar dari reruntuhan dan mencari perlindungan di rumah-rumah terdekat.

Jendela pesawat penumpang
Jendela pesawat penumpang (Eva Darron /Unsplash)

Baca juga: Viral Video Suasana Kabin Pesawat Citilink saat Mendarat Darurat di Bandara Juanda

Penduduk Desa Xixi menawarkan bantuan mereka kepada para penyintas, dan beberapa dari mereka merawat penumpang yang mengalami luka-luka termasuk luka bakar. 

Sementara, lima penduduk Desa Xixi juga menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut.

Penyelidikan diluncurkan oleh Dewan Keselamatan Penerbangan Taiwan (ASC) dan memberatkan dalam putusannya tentang apa yang terjadi, menempatkan kesalahan dengan tegas pada pilot.

Dikatakan selama hujan lebat dan guntur badai, pilot mencoba menemukan landasan pacu secara visual tetapi gagal.

Mereka juga mengabaikan prosedur keselamatan dan memutuskan untuk mendarat daripada tetap di udara dan terbang untuk melakukan pendaratan di tempat lain.

Laporan itu mengatakan, ini adalah masalah yang berulang di TransAsia.

"Perilaku yang tidak sesuai adalah masalah sistemik yang bertahan lama dan membentuk budaya keselamatan yang buruk," kata laporan itu.

Maskapai ini disarankan untuk mempekerjakan lebih banyak pilot untuk mengurangi beban kerja mereka, dan juga untuk berinvestasi dalam pelatihan keselamatan penerbangan, tetapi gagal melakukannya.

Baca juga: Jika Pilot Meninggal di Penerbangan, Bagaimana Nasib Kemudi Pesawat?

Pilot, Kapten Lee Yi-liang, ditemukan memiliki keterampilan terbang yang baik dan telah berhasil mendaratkan pesawat di masa lalu dalam kondisi cuaca buruk.

Hal inilah yang diduga menjadi salah satu alasan kecelakaan pesawat tersebut, karena sang pilot 'terlalu percaya diri'.

Sang pilot memutuskan untuk mencoba dan mendarat ketika orang lain tidak akan mengambil risiko.

Laporan ASC menyatakan, "Kapten tidak mematuhi (dan sepenuhnya mengabaikan) kebijakan, prosedur, dan peraturan. Jenis sikap berbahaya ini dicirikan sebagai 'anti-otoritas'."

Itu bukan kecelakaan fatal pertama yang melibatkan TransAsia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved