Breaking News:

Hilang Berhari-hari, Seorang Pendaki Ditemukan Tewas Terjatuh dari Lintasan Jalur Curam

Pendaki asal Autria ditemukan tewas setelah hilang berhari-hari saat melakukan pendakian sendiri ke puncak gunung.

Gambar oleh Simon Steinberger dari Pixabay
Ilustrasi pendaki yang mendaki gunung es saat badai 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang pendaki gunung asal Austria ditemukan tewas usai hilang selama berhari-hari sejak Selasa (3/5/2022).

Pria berusia 35 tahun itu dikabarkan hilang ketika mencoba untuk mencapai puncak Denali di Alaska, Amerika Serikat.

Ia terpisah dari rombongan kawannya dan tak bisa dihubungi selama pendakiannya ke puncak tertinggi di Amerika Utara.

Kematiannya lantas dikonfirmasi oleh pihak berwenang National Parks Service setelah ditemukan melalui pencarian udara pada Jumat (6/5/2022).

"Rimml kemungkinan jatuh di lintasan curam antara Denali Pass di ketinggian 18.200 kaki dan dataran tinggi 17.200 kaki, bentangan rute West Buttress yang terkenal berbahaya," kata badan tersebut dikutip TribunTravel melalui lama People, Senin (9/5/2022).

"Tiga belas pendaki, termasuk Rimml, tewas dalam jatuh di sepanjang lintasan ini, sebagian besar terjadi saat turun," ujarnya.

Ilustrasi pendaki di tengah hutan
Ilustrasi pendaki di tengah hutan (Flickr/Michael Hicks)

Baca juga: Pendaki Asal Amerika Serikat Jatuh di Lereng Gunung Batur Bali, Begini Kronologinya

Baca juga: Momen Dramatis Penyelamatan Pendaki yang Jatuh, Bertahan di Dinding Tebing & Tubuh Penuh Luka

Pencarian udara untuk pendaki dimulai pada hari Rabu, (4/5/2022), yakni empat hari setelah teman Rimml melakukan panggilan telepon satelit terakhir.

Diketahui panggilan terakhir itu berlangsung pada tanggal 30 April 2022, sekitar pukul 14:00 waktu setempat.

Selama dihubungi, Rimml mengatakan dia sedang 'lelah' tetapi 'tidak dalam kesulitan' saat berada tepat di bawah Denali Pass.

Rimml diyakini saat itu sedang mendaki sendirian dengan gaya alpine-nya, yakni cara mendaki cepat dengan peralatan yang relatif ringan.

Pendaki asal Austria itu memulai pendakiannya dari Basecamp Kahiltna setinggi 7.200 kaki pada 27 April dan bertujuan untuk menyelesaikan pendakian dalam lima hari.

Ilustrasi pendaki yang mendaki gunung es saat badai
Ilustrasi pendaki yang mendaki gunung es saat badai (Gambar oleh Simon Steinberger dari Pixabay)

Baca juga: Ambil Ponsel yang Jatuh ke Toilet, Pendaki Wanita Malah Jatuh & Berlumur Kotoran

Baca juga: Kronologi Pendaki yang Meninggal di Gunung Lawu, Lupa Bawa Obat dan Alami Hiportermia

Menurut NPS, Rimml diketahui membawa makanan dan bahan bakar untuk jatah 10 hari selama perjalanannya.

Pada hari Kamis, tim helikopter NPS menentukan Rimml belum kembali ke kampnya setelah mendarat di perkemahannya pada ketinggian 14.000 kaki.

Meskipun sebelumnya awan menghalangi mereka terbang di atas ketinggian 17.200 kaki untuk melanjutkan pencarian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved