Breaking News:

Pramugari Qantas Terpaksa Tidur di Kursi Penumpang Kelas Ekonomi, Gunakan Selimut untuk Jaga Privasi

Pramugari Qantas dilaporkan terpaksa tidur di kursi penumpang kelas ekonomi dan gunakan selimut untuk 'benteng' penjaga privasi dalam penerbangan.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Nurul Intaniar
Instagram.com/@qantas
Ilustrasi penerbangan Qantas, Selasa (5/1/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Umumnya sebuah pesawat penerbangan jarak jauh atau internasional memiliki fasilitas tempat tidur khusus bagi pramugari dan awak yang bertugas.

Namun baru-baru ini pramugari Qantas dilaporkan terpaksa tidur di kursi penumpang kelas ekonomi.

Yang lebih mengejutkan lagi, mereka menggunakan selimut untuk 'benteng' penjaga privasi dalam penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Pramugari Emirates Ungkap Waktu dan Kursi Terbaik Dalam Penerbangan Jarak Jauh

Melansir News.com.au, Jumat (22/4/2022), sebuah foto yang diambil dalam pesawat A330 Qantas dari Brisbane ke Los Angeles menunjukkan selimut tersebar di kursi sebagai tempat perlindungan sementara.

Selimut tersebut digunakan untuk privasi pramugari saat mereka tidur di bawahnya.

Ilustrasi Maskapai Penerbangan Australia Qantas
Ilustrasi Maskapai Penerbangan Australia Qantas (Pixabay/ New Lower Price)

Pesawat A330 digunakan untuk penerbangan di bawah 14 jam dan tidak dilengkapi dengan kabin tidur pribadi untuk kru seperti pada pesawat jarak jauh lainnya.

"Saya terkejut, banyak orang membuat laporan yang mempertanyakan keselamatan," kata seorang karyawan Qantas yang tidak disebutkan namanya kepada Nine.

"Saya merasa mereka membenci kita, saya merasa mereka tidak mengerti apa peran pramugari," imbuhnya.

Juru bicara Asosiasi Pramugari Australia Teri O'Toole mengatakan masalah itu telah menciptakan situasi tegang antara serikat pekerja dan Qantas terkait kondisi kerja, menurut Daily Mail Australia.

"Para kru telah mencoba untuk mendapatkan privasi dengan membuat benteng seperti anak kecil dari selimut untuk memberikan privasi bagi diri mereka sendiri, yang memalukan," katanya.

"Tidak tepat istirahat di tempat kerja. Ini bukan istirahat yang tepat untuk siapa pun," sambungnya.

Baca juga: Viral Pramugari Ungkap Minuman Starbucks Bisa untuk Upgrade Kelas Satu Gratis, Bagaimana Caranya?

Baca juga: Cara Mudah Upgrade Kursi Gratis di Pesawat, Pramugari: Beri Kami Starbucks atau Cokelat

Dia mengklaim bahwa sementara serikat pekerja mendorong satu hari istirahat ekstra bagi karyawan untuk mengkompensasi kurangnya fasilitas tidur di pesawat A330, Qantas malah beralih dari kru Australia ke Selandia Baru, meninggalkan banyak kru Australia tanpa pekerjaan.

Maskapai ini telah dituduh menggunakan awaknya yang berbasis di Inggris dan Selandia Baru pada penerbangan internasional sebagai pengganti tenaga kerja Australia.

Meninggalkan banyak pekerja lokal pada daftar nama cadangan yang diperpanjang, untuk menghemat uang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved