Breaking News:

Pesawat Boeing 757-200 Terbelah 2 saat Mendarat Darurat, Video Kejadiannya Viral di Medsos

Sebuah pesawat kargo milik DHL terbelah menjadi dua setelah tergelincir di landasan pacu Bandara Internasional Juan Santa Maria, Kosta Rika.

Flickr/ lkarasawa
Ilustrasi pesawat milik perusahaan DHL 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah pesawat kargo milik DHL terbelah menjadi dua setelah tergelincir dari landasan pacu.

Insiden tersebut berlangsung pada Kamis (7/4/2022) kemarin di Bandara Internasional Juan Santa Maria, Kosta Rika.

Dalam rekaman video yang beredar luas, menunjukkan bahwa pesawat tergelincir di sepanjang landasan pacu, meluncur dan berbelok, kemudian berhenti.

Sebuah pesawat kargo milik DHL terbelah menjadi dua setelah tergelincir dari landasan pacu.
Sebuah pesawat kargo milik DHL terbelah menjadi dua setelah tergelincir dari landasan pacu. (Twitter/@fl360aero)

Tonton videonya di sini.

Saat berhenti, badan pesawat tampak hancur hingga menjadi dua bagian terpisah antara tubuh dan ekornya, seperti dilaporkan Insider.

Video lain dari tempat kejadian menunjukkan pesawat yang tengah disiram air oleh petugas pemadam kebakaran.

Baca juga: China Semangat Bikin Pesawat Hipersonik, Penerbangan Rute Shanghai-New York Hanya 2 Jam

Luis Miranda Munoz, wakil direktur otoritas penerbangan sipil Kosta Rika, mengatakan bahwa pesawat itu menuju Guatemala tetapi mengalami kegagalan dalam sistem hidroliknya.

Pilotnya meminta untuk kembali dan melakukan pendaratan darurat setelah menempuh perjalanan sejauh 35 mil, menurut The Guardian.

DHL mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan kepada Insider bahwa pesawat Boeing 757-200 miliknya dengan nomor JOS2716 memang mengalami kerusakan saat mendarat di bandara Kosta Rika.

2 dari 4 halaman

"Kami melaporkan bahwa kru secara fisik tidak terluka dalam insiden itu. Seorang anggota kru menjalani pemeriksaan medis sebagai tindakan pencegahan," tulis juru bicara DHL.

Baca juga: Kaca Kokpit Boeing 757 Delta Airlines Retak, Pesawat Lakukan Pendaratan Darurat

"Kami sedang berkoordinasi dengan otoritas bandara untuk memindahkan pesawat dari daerah dekat landasan," imbuhnya.

DHL juga mengatakan kepada Insider bahwa landasan pacu telah dibuka kembali dan operasi bandara telah dilanjutkan.

Menurut The Guardian, ada sekira 8.500 penumpang serta 57 penerbangan komersial dan kargo terkena dampak penutupan bandara, yang dibuka kembali lima jam setelah kecelakaan.

Juru bicara itu menambahkan, penyelidikan sedang dilakukan untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Tonton juga:

Sebelumnya, insiden yang melibatkan armada Boeing juga menimpa pesawat Malaysia Airlines.

Penerbangan Malaysia Airlines MH2664 dari Kuala Lumpur ke Tawau dilaporkan menukik 7.000 kaki dalam hitungan detik.

Ilustrasi - pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-800.
Ilustrasi - pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-800. (Flickr/ Ya, saya inBaliTimur)

Insiden yang berlangsung pada Minggu (3/4/2022) lalu tentu memicu ketakutan para penumpang.

Beruntung, pilot dapat mengendalikan pesawat dan akhirnya mendarat kembali di Kuala Lumpur, Malaysia dengan selamat.

3 dari 4 halaman

Melansir laman Simple Flying, penumpang Malaysia Airlines Boeing 737-800 histeris ketika pesawat mereka tiba-tiba turun 7.000 kaki.

Baca juga: Pramugari Ungkap Fakta Toilet Pesawat dan Kebiasaan Menjijikan Penumpang

Pesawat MH2264 itu awalnya memiliki jadwal keberangkatan pada pukul 14.30 waktu setempat dari Kuala Lumpur (KUL) ke Tawau (TWU) di Sabah.

Pada hari Minggu, pesawat yang beroperasi adalah 9M-MLS, sebuah armada Boeing 737-800 yang berusia delapan tahun.

Situs pelacak penerbangan RadarBox.com menunjukkan pesawat sedang terbang di atas Laut China Selatan pada ketinggian sekira 30.000 kaki ketika terjadi penurunan mendadak.

Seorang penumpang berkomentar bahwa pesawat itu tidak stabil selama kurang lebih 10 menit.

RadarBox.com menunjukkan pesawat berada di antara Pulau Tioman dan Pulau Jemaja ketika memutuskan untuk berbalik ke Kuala Lumpur.

Pesawat tersebut berputar beberapa kali ke selatan ibu kota sebelum akhirnya mendarat dengan selamat.

Pihak maskapai kemudian mengajukan Laporan Kejadian Wajib kepada otoritas keselamatan penerbangan Malaysia.

Baca juga: Malaysia Airlines Jual Enam Airbus A380 di Medsos, Masing-Masing Harganya Lebih dari Rp 4,2 Triliun

Menurut The New Straits Times, pesawat Malaysia Airlines MH2664 sudah terbang selama 30 menit ketika insiden itu terjadi.

Seorang traveler di dalamnya mengatakan di media sosial bahwa pesawat itu menukik 7.000 kaki dalam hitungan detik, menyebabkan beberapa penumpang bak mengambang dari kursi.

4 dari 4 halaman

Penumpang berteriak, menangis, dan takut akan nyawa mereka, lapor The New Straits Times.

Pihak maskapai mengatakan pesawat mengalami masalah teknis selama cuaca buruk.

Maskapai Malaysia Airlines menambahkan, pilot memutuskan untuk kembali ke Kuala Lumpur sebagai tindakan pencegahan.

"Penerbangan MH2664 dari Kuala Lumpur ke Tawau pada 3 April berputar balik karena masalah teknis dengan pesawat, ditambah cuaca buruk dalam perjalanan," kata Malaysia Airlines dalam sebuah pernyataan.

"Pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 17.03 . Keselamatan awak dan penumpang kami tetap menjadi yang terpenting bagi Malaysia Airlines," tambanya.

Baca juga: Pesawat Termewah Singapore Airlines Debut di AS, Kabin Kelas Satu Mirip Kamar Hotel

Baca juga: Viral Toilet Pesawat Ekonomi Terbaik di Dunia, Ada Rak Penyimpanan Dompet dan Ponsel

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal penerbangan di sini.

Selanjutnya
Sumber: Tribun Travel
Tags:
Kosta RikapesawatBoeingpesawat mendarat darurat Yeti Airlines Batik Air Dassault Rafale
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved