Breaking News:

Viral Sejumlah Pemuda Sentuh Material Awan Panas Gunung Merapi, BPPTKG Angkat Bicara

Viral di media sosial sejumlah pemuda menyentuh aliran material awan panas guguran Gunung Merapi.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Nurul Intaniar
Twitter/SukimanMerapi
Viral di media sosial sejumlah pemuda menyentuh aliran material awan panas guguran Gunung Merapi. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Viral di media sosial sejumlah pemuda menyentuh aliran material awan panas guguran Gunung Merapi.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Twitter @SukimanMerapi.

"Ini anak mana?? Kok berani main2 dengan situasi seperti ini. Ada yang punya ini lengkap kelakukan ini? Cc @BPPTKG @jalinmerapi. Kalau enggak salah lokasi Kaliadem. Bagaimana jika ada susualan guguran," tulis akun tersebut.

Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat sejumlah pemuda berjongkok di dekat material awan panas.

Seorang pemuda berjaket hitam kemudian mendekati material awan panas tersebut kemudian menyentuhnya.

Beberapa orang di sekitarnya tidak memperingatkan pemuda tersebut.

Baca juga: Jembatan Gantung Girpasang Viral, Kunjungan Wisata ke Kawasan Lereng Gunung Merapi Membludak

Mereka justru hanya melihat dan merekam aksi berbahaya yang dilakukan orang itu.

Diketahui, insiden tersebut terjadi di Kaliadem, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Foto puncak barat Gunung Merapi dari PGM Babadan, Dusun Babadan, Desa Krinjing, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Foto puncak barat Gunung Merapi dari PGM Babadan, Dusun Babadan, Desa Krinjing, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Tribun Jogja/Setya Krisna Sumargo)

BPPTKG angkat bicara

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida angkat bicara terkait video viral tersebut.

Menurutnya, aktivitas seperti yang ada di video tersebut tidak untuk ditiru.

Baca juga: 3 Museum Unik di Kawasan Merapi, Bukti Kedahsyatan Erupsi Merapi 2010 di Museum Sisa Hartaku

"Masyarakat dilarang mendekati material awan panas guguran karena kondisi masih panas dan membahayakan," ujar Hanik pada Jumat (11/3/2022), dikutip TribunTravel dari Kompas.com.

Hanik menyampaikan, alur sungai yang terdapat tumpukan material awan panas guguran tersebut merupakan daerah yang berbahaya.

Terlebih, masih ada potensi terjadi luncuran awan panas guguran di Gunung Merapi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved