Breaking News:

Wisata Maya Bay Thailand Kembali Dibuka, Ada Aturan Baru hingga Turis Wajib Reservasi

Dikelilingi tebing batu kapur yang menjulang tinggi, laguna biru jernih Maya Bay, Thailand yang ikonik kini tampak tenang.

Klook
Maya Bay 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dikelilingi tebing batu kapur yang menjulang tinggi, laguna biru jernih Maya Bay, Thailand yang ikonik kini tampak tenang.

Tidak terlihat perahu wisata di sana.

Pantainya yang berbentuk bulan sabit dengan pasir putih terlihat indah dan bersih tanpa sampah.

Seorang pemandu wisata asal Krabi, Oranee Kittitorraneerut mengaku sangat rindu dengan suasana Maya Bay yang seperti ini.

"Ini adalah tujuan wisata populer. Dulu selalu ramai wisatawan dan banyak kapal bersandar juga," ujarnya.

Kunjungan turis selama bertahun-tahun rupanya membawa dampak buruk pada ekosistem sekitar Maya Bay.

Dikutip TribunTravel dari laman Channel News Asia, Minggu (13/2/2022), pada Juni 2018, pemerintah Thailand memutuskan menutup Maya Bay untuk pemulihan.

Daerah itu ditutup selama lebih dari tiga tahun sebelum dibuka kembali pada 1 Januari tahun ini.

Kondisi Maya Bay dulu dan sekarang
Kondisi Maya Bay dulu dan sekarang (Brightside.me)

Penutupan guna pemulihan ekosistem ini disusul pandemi COVID-19 yang membuat sektor pariwisata Thailand sangat terpukul.

Saat ini, pariwisata di Maya Bay tidak sama dengan sebelumnya.

Pihak berwenang telah membuat aturan baru untuk memastikan kawasan itu tetap terlindungi.

Wisatawan yang ingin liburan ke Maya Bay harus melakukan reservasi sebelumnya dan hanya dibatasi untuk 375 orang sehari antara pukul 07.00 - 18.00.

Wisatawan dapat menghabiskan waktu hingga satu jam di di sana, tetapi berenang tidak lagi diizinkan.

Selain itu, kapal yang membawa penumpang ke lokasi harus berlabuh di tempat yang ditentukan yakini di belakang teluk.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved