Breaking News:

10 Fakta Unik Cappadocia, Destinasi di Turki yang Viral Gara-gara Serial 'Layangan Putus'

Sebelum namanya melambung tinggi di Indonesia, Cappadocia sebenarnya telah lama menjadi destinasi favorit wisatawan.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
pexels.com/Julia Volk
Cappadocia 

TRIBUNTRAVEL.COM - Nama Cappadocia sempat viral di Indonesia lantaran serial 'Layangan Putus'.

Cappadocia disebut sebagai destinasi impian Kinan, tokoh utama dalam serial tersebut.

Sebelum namanya melambung tinggi di Indonesia, Cappadocia sebenarnya telah lama menjadi destinasi favorit wisatawan.

Kebanyakan dari mereka mengincar momen menaiki balon udara dengan latar pemandangan matahari terbit.

Cappadocia identik dengan bentangan batuan vulkanik yang menjadi lokasi penerbangan balon udara.

TribunTravel telah merangkum dari discoverwalks.com, 10 fakta unik Cappadocia yang harus diketahui sebelum liburan ke sana.

1. Nama Cappadocia berasal dari abad ke-6

Cappadocia
Cappadocia (Klook)

Nama Cappadocia telah digunakan sejak akhir abad ke-6 SM.

Catatan pertama dari nama ini adalah oleh Raja Darius I dan Raja Xerxes, raja dari negara yang membentuk kekaisaran Persia.

Kendati demikian, penduduk setempat menyebutnya Katpatuka, nama dari bahasa Luwian yang berarti negara rendah.

Katpatuka juga dapat diartikan sebagai kuda yang baik oleh orang Iran.

Raja Persia akan menerima hadiah dan upeti berupa kuda untuk pajak yang dibayarkan kepada pemerintah Persia.

Sampai saat ini kuda masih dihargai oleh penduduk setempat.

Biasanya kuda dipakai sebagai moda transportasi bagi pengunjung.

Baca juga: 6 Tempat Wisata Terbaik di Cappadocia dengan Pemandangan Memukau, Coba Jelajah Lembah Devrent

2. Cappadocia terkenal dengan formasi batuannya

Cappadocia
Cappadocia (Pexels/Shvets Anna)

Sekitar 60 juta tahun yang lalu, serangkaian letusan gunung berapi merusak lanskap Anatolia tengah.

Hasil letusan gunung berapi menyebabkan formasi batuan ajaib.
Mereka dikenal sebagai peri Cappadocia atau Kastil Kapas.

Erosi angin dan air yang konstan memoles bebatuan lunak.

Batuan ini terbentuk setelah abu tebal memadat menjadi tufa, kemudian berubah menjadi batuan setinggi 130 kaki.

Bentuk batuan di Cappadocia dapat berubah karena angin dan air perlahan mengikisnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved