Breaking News:

Amerika Larang Warganya Liburan ke Jerman dan Denmark yang Sedang Mengalami Lonjakan Kasus Covid-19

CDC memberikan travel warning atau imbauan perjalanan "Level Empat: Sangat Tinggi/Berbahaya" untuk kedua negara Eropa, yaitu Denmark dan Jerman.

instagram/keonhee95
Bandara Frankfurt am Main, Jerman. 

TRIBUNTRAVEL.COM - US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS dan Departemen Luar Negeri menyarankan agar warga Amerika tidak bepergian ke Jerman dan Denmark.

Peringatan ini dikeluarkan pada Senin (22 November 2021) karena meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di negara-negara tersebut.

CDC memberikan travel warning atau imbauan perjalanan "Level Empat: Sangat Tinggi/Berbahaya" untuk kedua negara Eropa tersebut.

Warga Amerika harus menghindari perjalanan ke sana.

Sementara Departemen Luar Negeri mengeluarkan nasihat paralel "Jangan Bepergian" ke kedua negara tersebut.

Dikutip TribunTravel dari laman Channel News Asia, Selasa (23/11/2021) CDC saat ini mencantumkan sekitar 75 tujuan di seluruh dunia yang masuk kategori Level Empat.

Banyak negara Eropa masuk dalam daftar termasuk Austria, Inggris, Belgia, Yunani, Norwegia, Swiss, Rumania, Irlandia, dan Republik Ceko.

Sementara negara Asia yang masuk dalam daftar larangan bepergian bagi warga AS adalah Singapura dan Malaysia.

Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan kepada para pemimpin partai konservatifnya soal langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan penyebaran virus corona di jantung ekonomi terbesar Eropa saat ini masih tidak cukup.

Perlu ada tindakan yang lebih kuat untuk menekan jumlah kasus Covid-19 di Eropa.

Jumlah kasus di Jerman telah melonjak, terutama pada orang tua yang sudah menerima dua suntikan vaksin COVID-19 pada awal tahun dan anak-anak yang tidak memenuhi syarat untuk diinokulasi.

Suasana di Brandenburg Gate, Berlin, Jerman
Suasana di Brandenburg Gate, Berlin, Jerman (Marius Serban /Unsplash)

Awal bulan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara Eropa harus bekerja lebih keras untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tingkat penularan saat ini di 53 negara Eropa cukup memprihatinkan.

Kasus-kasus baru muncul dan mendekati rekor.

Semakin diperburuk oleh varian virus Delta yang lebih mudah menular.

Hans Kluge dari WHO memperingatkan, "kita harus mengubah taktik, dari bereaksi terhadap lonjakan COVID-19, menjadi mencegahnya terjadi sejak awal," katanya.

Jerman telah memutuskan untuk membatasi sebagian besar kegiatan warga di area publik, dan saat ini rumah sakit dipenuhi pasien COVID-19.

Tetangga Jerman, Austria pada hari Senin (22/11/2021) memberlakukan lockdown penuh setelah mengumumkan beberapa pelonggaran pembatasan baru minggu lalu.

Seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Jerman, Jens Spahn memperingatkan pada hari Jumat (19/11/2021) bahwa Jerman dapat mengikuti yang terjadi di Austria.

Sementara itu, CDC secara terpisah menurunkan imbauan perjalanan COVID-19 dari Level Empat ke Level Tiga atau Risiko Rendah untuk negara-negara seperti Israel, Aruba, Kepulauan Virgin AS, Curacao, dan Guadeloupe. (TribunTravel.com/tyas)

Baca juga: Pilihan Hotel Bintang 2 dan 3 di Pasar Minggu, Lokasi Dekat Taman Margasatwa Ragunan

Baca juga: Tak Perlu Berhenti di Gerbang Tol, Transaksi Non-Tunai MLFF Akan Diterapkan Akhir Tahun 2022

Baca juga: Rolls-Royce Kembangkan Pesawat Listrik, Diklaim Sebagai yang Tercepat di Dunia

Baca juga: Liburan Seru ala Keluarga Ayudia dan Ditto Percussion, Keliling Amerika Naik Campervan

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved