Breaking News:

Sertifikat Vaksin Palsu Seharga Rp 5,7 Juta Beredar di Eropa, Mirip Aslinya & Sulit Dibedakan

Seorang warga negara Irlandia dilaporkan menjual sertifikat vaksin Covid-19 palsu untuk orang yang belum menyelesaikan proses vaksinasi.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Nurul Intaniar
schengenvisainfo.com
Ilustrasi sertifikat vaksin Uni Eropa 

TRIBUNTRAVEL.COM - Vaksin Covid-19 menjadi syarat wajib bagi siapapun yang hendak melakukan perjalanan internasional.

Namun siapa sangka hal ini membuat seorang warga negara Irlandia melakukan hal yang tidak baik.

Dilansir TribunTravel dari schengenvisainfo.com, seorang warga negara Irlandia menjual sertifikat vaksin Covid-19 palsu untuk orang yang belum menyelesaikan proses vaksinasi mereka, tetapi ingin bepergian tanpa tunduk pada aturan pembatasan.

Orang yang menjual sertifikat palsu ini diyakini sebagai pengedar narkoba.

Baca juga: Wisatawan dengan Vaksin Sinovac Bisa Liburan ke Inggris, Total Ada 8 Vaksin yang Diakui

Ia meminta hingga 350 Euro atau Rp 5,7 juta untuk setiap sertifikat palsu yang ditawarkan melalui situs web gelap, dilaporkan The Irish Times.

Penjualnya mengiklankan sertifikat vaksin palsu yang diakui sebagai sertifikat vaksin Irlandia di pasar web gelap.

Ilustrasi sertifikat vaksin Uni Eropa
Ilustrasi sertifikat vaksin Uni Eropa (schengenvisainfo.com)

Dalam situs web tersebut tersedia juga hasil tes PCR negatif palsu dan dokumen palsu yang menyatakan pemegangnya baru saja pulih dari Covid-19.

Layaknya sertifikat asli, sertifikat vaksinasi palsu tersebut berisi kode QR yang menunjukkan nama pemegang saat dipindai.

Selain itu, tersedia juga sertifikat vaksin palsu dalam bentuk cetak.

Ironisnya sertifikat vaksin palsu versi cetak tidak dapat dibedakan dari bentuk asli dokumen.

Baca juga: Mulai 8 Desember 2021, Warga Singapura yang Menolak Vaksinasi Harus Tanggung Sendiri Biaya Medis

Ini berarti bahwa semua orang yang telah membeli sertifikat palsu saat ini dapat bepergian dengan bebas ke negara-negara Uni Eropa, karena sertifikat ini kemungkinan akan tetap berfungsi sampai pihak berwenang mendeteksinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved