Breaking News:

Di Banned TikTok, Sejumlah Museum di Wina Posting Karya Seni Eksplisitnya di OnlyFans

Sekelompok museum di Wina, Austria, telah bersatu membuat akun OnlyFans untuk memposting karya seni eksplisitnya.

StockSnap /Pixabay
Pengunjung yang menikmati karya seni di museum 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sekelompok museum di Wina, Austria, telah bersatu membuat akun OnlyFans untuk memposting karya seni eksplisitnya.

Inisiatif " Wina Laid Bare " diluncurkan oleh dewan pariwisata Wina pada pertengahan Oktober, bersama dengan Akun OnlyFans-nya .

Dewan Pariwisata Wina terkejut menemukan bahwa akun TikTok dari Museum Albertina ditangguhkan pada bulan Juli karena memposting foto-foto dari artis Jepang Nobuyoshi Araki karena menggambarkan payudara.

TikTok bahkan menutup akun tersebut, memaksa museum untuk memulai membuka akun baru.

Baca juga: 5 Fakta Unik Museum Sumpah Pemuda, Dulunya Kost Mahasiswa hingga Sering Digunakan untuk Rapat

Pengunjung di Museum Albertina Wina
Pengunjung di Museum Albertina Wina (Flickr/Heinz Bunse)

Baca juga: Harga Tiket Masuk 5 Museum Bersejarah di Jogja untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Insiden serupa terjadi pada 2019 ketika Instagram memutuskan satu lukisan karya Peter Paul Rubens melanggar standar komunitas platform, yang melarang penggambaran ketelanjangan – bahkan yang bersifat artistik atau kreatif.

Awal tahun ini, Leopord Museum merayakan hari jadinya yang ke 20 dengan memposting karya Koloman Moser di facebook.

Sayangnya video tersebut ditolak Facebook karena berpotensi pornografis.

Pada tahun 2018, regulator periklanan di Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat semuanya menolak untuk menampilkan koleksi eksplisit dari impresionis Egon Schiele.

Keputusan itu muncul setelah perdebatan panjang, tetapi pada akhirnya ada kekhawatiran bahwa "penggambaran alat kelamin, meskipun artistik, dapat bertentangan dengan kesejahteraan publik."

Dilansir TribunTravel dari laman thevintage, larangan TikTok baru-baru ini adalah pukulan terakhir bagi mereka.

Baca juga: Viral Video Balon Udara yang Penuh Turis Tabrak Museum Bersejarah di Italia

Ilustrasi akun TikTok di ponsel
Ilustrasi akun TikTok di ponsel (antonbe /Pixabay)

Baca juga: 4 Museum Bersejarah di Jogja, Intip Peninggalan Ki Hadjar Dewantara di Museum Dewantara Kirti Griya

Ada banyak karya seni terkenal dimasukkan dalam daftar hitam di bawah pedoman media sosial, dan "pelanggar berulang" membuat akun mereka ditangguhkan sementara, tulis Dewan Pariwisata Wina dalam siaran pers.

Pernyataan itu berlanjut dengan mengatakan, “itulah sebabnya kami memutuskan untuk menempatkan karya seni 'eksplisit' ibu kota yang terkenal di dunia di OnlyFans.”

Juru bicara dewan wisata Wina, Helena Hartlauer , telah mencatat bahwa "hampir tidak mungkin" menggunakan segala jenis karya seni telanjang dalam kapasitas promosi.

Platform media sosial, termasuk Instagram, Facebook, dan TikTok, memiliki sejarah panjang melarang posting apa pun yang menampilkan ketelanjangan atau apa pun yang dapat ditafsirkan sebagai pornografi atau eksplisit secara seksual.

Pangunjung yang tengah menyaksikan karya seni di museum
Pangunjung yang tengah menyaksikan karya seni di museum (StockSnap /Pixabay)

Baca juga: Napak Tilas Peristiwa G30S di 3 Museum di Jakarta, Ada Monumen Pancasila Sakti

OnlyFans, di sisi lain, adalah platform media sosial yang dikenal dengan konten dewasa yang dipublikasikan.

Akun OnlyFans akan menampilkan karya-karya inovatif dari seniman seperti Egon Schiele dan Koloman Moser, seorang seniman grafis abad kedua puluh.

Pelanggan akun OnlyFans 18+ Wina akan menerima Kartu Kota Wina atau tiket masuk untuk melihat satu karya seni secara langsung.

OnlyFans awalnya mengumumkan akan melarang konten eksplisit secara seksual pada Agustus lalu, tetapi membatalkan keputusan ini setelah mendapat reaksi keras dari pembuat konten dewasa.

Ambar Purwaningrum/TribunTravel

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved