Breaking News:

Restoran Kebanjiran di Thailand Ini Malah Ramai, Tamu Tetap Asyik Makan dengan Kaki Terendam

Sebuah restoran yang dilanda banjir di Thailand menjadi tempat makan yang tidak biasa. Pelanggan menikmati santapan makanan dengan kaki terendam.

(AP: Sakchai Lalit)
Restoran yang kebanjiran menjadi tempat yang sedang 'hits' di salah satu kawasan dekat Bangkok. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jika biasanya banjir sangat dibenci, di Thailand ada banjir yang justru dicari orang.

Sebuah restoran yang dilanda banjir di Thailand menjadi tempat makan yang tidak biasa.

Para pecinta kuliner menikmati santapan makanan dengan kaki terendam.

Karena kebanjiran, meja dan kursi bukannya jadi kosong tapi  justru ramai pengunjung.

Chao Phraya Antique Café merupakan tempat bersantap para pencinta 'hot-pot'.

Suasana di restoran tetap terasa riang meski sedang terjadi banjir.

Pelanggan pun makan seolah tidak terjadi apa-apa.

Restoran yang kebanjiran menjadi tempat yang sedang 'hits' di salah satu kawasan dekat Bangkok.
Restoran yang kebanjiran menjadi tempat yang sedang 'hits' di salah satu kawasan dekat Bangkok. ((AP: Sakchai Lalit))

Para pelayan, beberapa bahkan memakai sepatu 'boots' dari karet dengan berhati-hati berjalan melewati genangan air sedalam lebih dari 50 sentimeter.

Restoran yang berlokasi di kawasan Nonthaburi, dekat Bangkok ini dibuka bulan Februari lalu.

Lokasinya pas di tepi sungai dengan arsitektur dan dekorasi yang antik, sesuai dengan suasana sekitarnya.

Badai tropis yang parah baru-baru ini, disertai hujan yang lebat telah membuat air sungai naik dan membuat restoran tergenang hampir setiap hari.

Tapi kalau tempat ini ditutup karena banjir, justru akan makin membuat pemiliknya rugi, apalagi setelah Thailand sempat memberlakukan 'lockdown' akibat pandemi COVID-19.

 

Tempat ini sangatlah ramai, bahkan pelanggan harus memesan tempat terlebih dahulu sebelum datang.

"Suasana yang luar biasa. Banjir malah menjadi daya tarik restoran ini. Jadi saya ingin menantang diri sendiri dan mencoba pengalaman baru ini," kata Siripoj Wai-inta, sambil menikmati makanannya.

"Jarang sekali kami bisa makan seperti ini. Ini pertama kali selama sepuluh tahun sejak banjir 2011. Jadi kami harus mencobanya," kata Jettana Boonrawd.

Pemiliknya juga menawarkan pengalaman "hot-pot surfing", karena saat ada perahu yang melewati sungai, pengunjung bisa semakin basah terkena semburan air dari sungai.

Tapi itu malah menjadi momen yang ditunggu-tunggu, yakni 15 menit sekali saat perahu melewati restoran.

Menjadi pengalaman pertama kalinya bagi presenter televisi Titiporn Jutimanon untuk datang ke restoran ini.

Awalnya ia khawatir kalau air genangan tiba-tiba naik.

"Ternyata pelanggan punya tanggapan yang bagus. Mereka senang. Kita bisa melihat suasana saat mereka menikmati makanan sambil tergenang air," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved