Breaking News:

Viral Video Balon Udara yang Penuh Turis Tabrak Museum Bersejarah di Italia

Balon itu kehilangan kendali dan jatuh ke tanah saat menabrak tiang batu dari atap dekat Kuil Voltiano di Como pada Senin pagi.

P 1997, CC BY-SA 4.0
Kuil Voltiano di Como 

Meskipun penggalian Pompeii dimulai lebih dari 3 abad yang lalu, itu masih berlanjut hingga hari ini.

4. Jika angin bertiup ke arah yang berbeda, abu dari Vesuvius akan diterbangkan dari Pompeii.

Orang-orang Pompeii kuno benar-benar sial.

Jika letusan terjadi pada hari lain, mereka mungkin akan memiliki peluang yang lebih baik untuk melarikan diri.

Di Pompeii, angin biasanya bertiup ke arah barat daya selama periode musim panas, yang akan menghembuskan abu keluar dari Teluk Napoli.

Namun, pada hari yang mengerikan itu, angin di Pompeii berhembus ke arah barat laut, menyebabkan abu dari letusan maut itu ditiup langsung ke arah Pompeii.

5. Letusan terakhir Gunung Vesuvius adalah pada Maret 1944, selama Perang Dunia II.

Diyakini bahwa Gunung Vesuvius telah meletus total 200 kali .

Gunung Vesuvius sangat aktif dan telah meletus 20 kali sejak abad ke-18 saja.

Meletus 6 kali pada abad ke-18, 8 kali pada abad ke-19, dan sekali pada 1906, 1929, dan 1944.

Tidak ada letusan sejak 1944.

Saat ini, Gunung Vesuvius dianggap sebagai satu gunung berapi paling mematikan dalam sejarah manusia. 

6. Letusan dimulai pada pagi hari 24 Agustus, 79 M, hanya satu hari setelah festival dewa api Romawi, Vulcan.

Diyakini bahwa insiden tragis itu terjadi pada 24 Agustus, 79 M, tepat satu hari setelah festival keagamaan untuk Vulcan.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved