Breaking News:

Pria Selamat Usai Hilang 29 Hari di Laut, Ngaku Tenang karena Tak Dengar Berita Covid-19

Pria yang selamat setelah hilang 29 hari di lautan mengaku bahwa setidaknya ia merasa tenang karena bisa istirahat dari berbagai pemberitaan Covid-19.

Gambar oleh Pexels dari Pixabay
Ilustrasi lautan lepas. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dua orang dari Kepulauan Solomon dilaporkan hilang di laut selama 29 hari.

Untungnya, mereka berhasil bertahan hidup dengan berbekal jeruk yang mereka kemas dan kelapa yang mereka temukan untuk dimakan.

Mereka juga meminum air hujan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Melansir laman Insider, Senin (11/10/2021), dua pria bernama Live Nanjikana dan Junior Qoloni ditemukan di lepas pantai Papua Nugini pada 2 Oktober 2021 lalu.

Baca juga: Viral Anak Ajak Ibu Jalan-jalan Sebelum Hilang Ingatan, Sang Bunda Sampai Menangis Haru

Keduanya kehilangan arah di tengah laut setelah perjalanan mereka dari Pulau Mono memburuk.

Nanjikana dan Qoloni diketahui menghadapi cuaca berbahaya selama 2 jam perjalanan, menyebabkan GPS tidak berfungsi.

Ilustrasi kapal di lautan lepas, Jumat (13/11/2020).
Ilustrasi kapal di lautan lepas, Jumat (13/11/2020). (Unsplash/Steinar Engeland)

Perahu motor yang mereka tumpangi tidak cukup kuat untuk melawan cuaca tersebut.

Akibatnya, perahu mereka terseret sejauh 300 mil ke barat laut selama 29 hari.

"Kami tidak tahu di mana kami berada, tetapi kami tidak menyangka berada di negara lain," kata Nanjikana kepada The Guardian.

Baca juga: Pria yang Dilaporkan Hilang Tak Sengaja Bergabung dengan Regu Penyelamat yang Sedang Mencari Dirinya

Baca juga: Sejumlah Orang Dilaporkan Hilang di Taman Nasional AS dalam Seminggu Terakhir, Ada Apa?

Kedua pria tersebut terlihat oleh seorang nelayan di lepas pantai New Britain, Papua Nugini.

Mereka kemudian dibawa ke Pomio, Provinsi East New Britain di Papua Nugini, dan diperiksa di Klinik Kesehatan Lokal.

Sejak saat itu, Nanjikana dan Qoloni tinggal untuk sementara waktu di Pomio.

Di akhir cobaan berat mereka, para pria itu sangat lemah.

Nanjikana dan Qoloni mengatakan bahwa mereka selamat hanya dengan air hujan dan kelapa, serta iman kepada Tuhan karena berdoa siang dan malam.

Baca juga: Perenang Hilang 12 Jam di Laut, Selamat Berkat Bantuan Lumba-lumba

Bagi kebanyakan orang, tersesat di laut menjadi yang paling menakutkan.

Namun, Nanjikana dan Qoloni dapat mengambil sisi positif dari pengalaman buruknya itu.

Nanjikana mengatakan bahwa pengalaman itu bertindak sebagai "istirahat yang menyenangkan" dari teror pandemi Covid-19.

Menurut Nanjikana, setidaknya ia bisa rehat sejenak dari mendengar berbagai berita soal Covid-19.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi saat saya di luar sana. Saya tidak mendengar tentang Covid atau apa pun," kata Nanjikan.

"Saya berharap untuk kembali ke rumah, tetapi saya kira itu adalah istirahat yang bagus dari segalanya," imbuhnya.

Kini, keduanya telah dijadwalkan untuk kembali ke rumah mereka di Kepulauan Solomon.

Baca juga: Google Maps Berhasil Pecahkan Kasus Orang Hilang yang Jadi Misteri Selama 20 Tahun

Baca juga: Bule Australia Dilaporkan Hilang Tenggelam saat Mencari Ikan di Kepulauan Mentawai

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal artikel viral di sini.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved