Breaking News:

Mulai Tahun Depan, Wisatawan yang Liburan ke Thailand Wajib Bayar Biaya Turis

Thailand berencana akan membebankan biaya turis bagi wisatawan yang liburan di negaranya mulai tahun depan.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
Flickr/Bernard Spragg. NZ
Wat Arun, Bangkok, Thailand. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Thailand berencana akan membebankan biaya turis bagi wisatawan yang liburan di negaranya mulai tahun depan.

Biaya tersebut dimaksudkan untuk mensubsidi proyek-proyek yang terkait dengan pariwisata.

Dilansir Travel+Leisure dari Bangkok Post, biaya 500 baht (sekira Rp 209 ribu) akan digunakan untuk dana transformasi pariwisata.

Dana tersebut akan membantu industri pariwisata Thailand beralih dari pariwisata massal dan fokus pada hal-hal seperti pariwisata ramah lingkungan.

Baca juga: Thailand Buka Kunjungan Wisata Bagi Turis Asing yang Disuntik dengan 7 Vaksin Ini

Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, Yuthasak Supasorn mengatakan, targetnya adalah mengumpulkan 5 miliar baht pada tahun pertama.

"Proyek-proyek tersebut harus merupakan kreasi bersama dan pemerintah harus menggunakan dana tersebut untuk mendukung proyek-proyek yang dapat menciptakan dampak ekonomi," jelas Supasorn kepada Bangkok Post.

Bangkok, Thailand
Bangkok, Thailand (brightcover.net)

Menurutnya, biaya tambahan itu tidak akan berdampak pada wisatawan.

Hal tersebut karena pihaknya ingin berfokus pada kualitas pasar.

"Kami berharap dana ini akan mendukung perubahan pariwisata nasional yang menciptakan tempat-tempat yang lebih aman dan bersih," lanjutnya.

Belum ditentukan bagaimana biaya akan dikumpulkan dari wisatawan yang datang.

Sebuah komite juga harus menentukan bagaimana proyek dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan keuangan.

Rencana untuk tahun depan datang ketika Thailand perlahan membuka kembali perbatasannya untuk turis asing.

Baca juga: 7 Kuliner Khas Thailand yang Cocok dengan Lidah Orang Indonesia, Segar dan Hangatnya Tom Yum Goong

Pada Juli, negara tersebut membuka program Phuket Sandbox, diikuti oleh program Samui Plus di Koh Samui.

Wisatawan yang berpartisipasi dalam salah satu program sandbox harus memenuhi beberapa syarat.

Di antaranya Sertifikat Masuk atau Certificate of Entry, asuransi Covid-19, bukti booking hotel untuk karantina, dan pesan serta bayar di muka untuk semua pengujian di lapangan yang diperlukan.

Chiang Mai
Chiang Mai (chiangmai.bangkok.com)

Wisatawan juga harus menunjukkan bukti tes PCR negatif COVID-19 yang diambil dalam waktu 72 jam setelah keberangkatan.

Sementara pekan lalu, Thailand mempersingkat masa karantina menjadi tujuh hari, memungkinkan wisatawan yang divaksinasi penuh untuk bepergian ke mana saja di Thailand.

Sebelumnya, wisatawan dibatasi pada area tertentu selama 14 hari, menurut Otoritas Pariwisata Thailand.

Baca juga: 16 Fakta Unik Thailand, Negara di Asia Tenggara yang Pernah Dijuluki Venesia Timur

Lalu, vaksin apa yang diakui dan diterima di Thailand?

Setidaknya ada tujuh vaksin yang diakui dan diterima di Thailand sebagai syarat masuk bagi turis asing, dikutip dari india.com.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved