Breaking News:

Arab Saudi Resmi Buka Pintu Umrah Bagi Jemaah Asal Indonesia, Kapan Dimulai?

Melalui nota diplomatik tersebut, Arab Saudi secara resmi mengizinkan ibadah umrah bagi jemaah asal Indonesia.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
TRIBUNNEWS/HUSEIN SANUSI
Jemaah bersiap untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (26/7/2019). Jemaah tetap memenuhi Masjidil Haram meski cuaca di Makkah sedang pada puncak panas dengan suhu mencapai 48 derajat celsius. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jemaah umrah asal Indonesia tak lama lagi bisa kembali melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi.

Hal ini disampaikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada Jumat (8/10/2021).

Melalui nota diplomatik tersebut, Arab Saudi secara resmi mengizinkan ibadah umrah bagi jemaah asal Indonesia.

"​Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jemaah umrah Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui siaran pers dalam situs resmi kemlu.go.id, Sabtu (9/10/2021).

Baca juga: Arab Saudi Akhirnya Akui Vaksin Sinovac dan Sinopharm, Kini Ada 6 Vaksin yang Berlaku

Saat ini, lanjut Retno, komite khusus di Arab Saudi sedang meminimalisir hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jemaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah.

Ia menjelaskan, Arab Saudi dan Indonesia saat ini dalam tahap akhir pembahasan mengenai hal-hal teknis.

Jemaah meninggalkan Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, usai melaksanakan ibadah salat dzuhur, Minggu (12/11/2017).
Jemaah meninggalkan Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, usai melaksanakan ibadah salat dzuhur, Minggu (12/11/2017). (Tribun Travel/Sinta Agustina)

Seperti vaksin, proses karantina, dan lain sebagainya.

"Nota diplomatik juga menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama lima hari bagi para jemaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan," jelas Retno.

Kendati demikian, belum dijelaskan bagaimana teknis pelaksanaan dan kapan dimulainya ibadah umrah bagi jemaah Indonesia.

Baca juga: Arab Saudi Buka Perbatasan, Bolehkah Jemaah dengan Vaksin Sinovac Lakukan Ibadah Umrah?

Retno mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksanaannya.

Kementerian Luar Negeri saat ini sedang berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan otoritas terkait di Arab Saudi.

"Pertemuan saya terakhir dengan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia terjadi di sela-sela pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York," tutup Retno.

Arab Saudi diketahui telah mengizinkan kembali pelaksanaan ibadah umrah sejak Agustus 2021.

Negara itu hanya menerima jemaah umrah yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi.

Ilustrasi ibadah umrah
Ilustrasi ibadah umrah (albawaba.com)

Lalu, vaksin apa yang diterima dan diakui di Arab Saudi?

Dilansir TribunTravel dari Khaleej Times, jemaah perlu memberikan bukti rangkaian lengkap dari salah satu dari empat vaksin yang diakui di Arab Saudi.

Baca juga: Canggihnya Robot Arab Saudi, Bagikan Air Zamzam untuk Jemaah Masjid Tanpa Bikin Kerumunan

Di antaranya dua dosis untuk vaksin Oxford/Astra Zeneca, Pfizer/BioNTech, dan Moderna atau satu dosis vaksin yang diproduksi oleh Johnson and Johnson.

Kabar baiknya, jemaah yang telah menyelesaikan dua dosis vaksin Sinopharm atau Sinovac dapat memasuki Arab Saudi.

Namun dengan satu syarat, mereka harus menerima dosis tambahan (booster) dari salah satu dari empat vaksin yang diakui di Arab Saudi.

Artinya, jemaah dengan vaksin Sinovac atau Sinopharm mendapatkan tiga dosis vaksin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved