Breaking News:

Penerbangan Internasional ke Bali Segera Dibuka, Karantina Wisman Diturunkan Jadi 5 Hari

Jika sebelumnya waktu karantina selama 8 hari, kini diturunkan menjadi 5 hari.Bukan tanpa alasan mengapa waktu karantina dipangkas menjadi 5 hari.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Pesawat dari berbagai maskapai tampak parkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Mulai 14 Oktober 2021, Pemerintah akan membuka kembali penerbangan internasional ke Bali.

Berbagai persiapan dilakukan.

Satu di antarnya terkait dengan waktu karantinan wisatawan mancanegara.

Jika sebelumnya waktu karantina selama 8 hari, kini diturunkan menjadi 5 hari.

Bukan tanpa alasan mengapa waktu karantina dipangkas menjadi 5 hari.

Baca juga: Jadwal Terbang Garuda Indonesia Rute Domestik Oktober 2021, Rute Jakarta-Bali PP Dilayani Tiap Hari

Wanita yang jalani karantina di hotel
Wanita yang jalani karantina di hotel (zheng shi /Pixabay)

Baca juga: India Kembali Buka Wisata untuk Turis Asing, Siap Terbitkan Visa Baru Bagi Pelancong Internasional

Menurut Komang Gunarta, satu pelaku pariwisata atau pramuwisata,  persyaratan karantina wisman di hotel yang telah ditentukan (8 hari) dinilai memberatkan pihak-pihak penyelenggara penyambutan kedatangan para wisman, terutama travel agent.

Namun dengan jangka waktu karantina yang awalnya 8 hari kemudian dipersingkat menjadi 5 hari, menurutnya, itu sedikit dapat menjadi pertimbangan bagi wisman untuk berkunjung ke Bali.

"Untuk sementara waktu kemungkinan wisman yang sudah siap berkunjung ke Bali adalah wisman dari Eropa karena biasanya wisman dari Eropa ini mempunyai waktu kunjungan di Bali cukup lama," tambahnya.

Baca juga: Vietnam Bakal Buka Kembali Perbatasan untuk Wisatawan Asing, tapi Hanya Beberapa Lokasi

Sementara untuk pembukaan penerbangan internasional, negara tujuan yang telah dibuka untuk akses masuk ke Bali yakni Korea Selatan, Jepang, China, Abu Dhabi, Dubai, dan New Zealand.

"Kalau khusus untuk negara ini saja, sama juga bohong internasional dibuka, tapi wisman tidak akan ke Bali karena rata-rata mereka punya waktu singkat. Waktunya habis untuk karantina saja. Khusus untuk wisman Jepang dengan persyaratan harus dikarantina 5 hari, tidak akan ada yang bisa masuk ke Bali karena wisman Jepang biasanya punya total waktu liburnya cuma seminggu," ujarnya.

Menurutnya, meskipun waktu karantina dipersingkat menjadi 5 hari, tidak akan memberi dampak yang begitu besar untuk pariwisata.

Baca juga: Candi Cetho dan Candi Sukuh Karanganyar Buka Kembali Bulan Oktober 2021, Catat Tanggalnya

Sejumlah penumpang pesawat sedang antre untuk tes GeNose C19 di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Sejumlah penumpang pesawat sedang antre untuk tes GeNose C19 di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Dok. I Gusti Ngurah Rai, Bali Airport)

Baca juga: Uya Kuya dan Keluarga Kena Tipu saat Liburan di Bali, Sempat Lontang-lantung di Bandara

"Iya begitu (tidak ada dampaknya), karena kalau seminggu dia liburnya, berarti 5 hari karantina dan cuma 2 hari bisa beraktivitas," ujarnya.

Terpisah, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyambut baik rencana pengurangan masa karantina bagi wisman tersebut.

"Lumayan, kebijakan itu mengurangi cost of travelling selama 3 hari," ujar Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran saat dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Sebelumnya, PHRI beranggapan karantina akan menambah beban wisman.

Oleh karena itu perlu skema karantina yang lebih longgar agar wisman tetap tertarik untuk masuk ke Indonesia.

"Bisa dibuat seperti karantina wilayah. Jadi dalam satu hotel mereka bisa berkegiatan menikmati fasilitas hotelnya," ungkap Maulana.

Karantina hotel dengan skema itu dinilai akan menjadi program baru dalam promosi pariwisata.

Beberapa daerah dinilai memiliki sejumlah kegiatan yang dapat menarik wisatawan mancanegara tersebut. 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Pengurangan Tak Berdampak Besar, Waktu Karantina Wisman di Bali Turun Jadi 5 Hari

Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved