Breaking News:

Mengenal Tenun Ikat Parengan Lamongan, Punya Motif Khas dan Dipintal Secara Tradisional

Tak banyak yang tahu jika Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memiliki kerajinan tangan berupa kain tenun ikat Parengan.

TribunTravel/Zainiya Abidatun Nisa'
Pengerajin tenun ikat Parengan Lamongan. 

"Motif gunungan ini sengaja diambil karena gunung sendiri merupakan benteng dari tanah, jadi biar tetap eksis," pungkas Miftahul Khoiri.

Baca juga: Uniknya Sajian Rujak Laren di Lamongan, Bisa Pilih Aneka Isian hingga Racik Bumbu Sendiri

Baca juga: Pesona Pantai Joko Mursodo Lamongan, Tempat Wisata Asyik Buat Swafoto Berlatar Pohon Bakau

Baca juga: Punya Nama Unik, Pantai Kutang Lamongan Jadi Tempat Favorit untuk Liburan Akhir Pekan

Pengerajin tenun ikat Parengan Lamongan.
Pengerajin tenun ikat Parengan Lamongan. (TribunTravel/Zainiya Abidatun Nisa')

Selain motif, proses pembuatan tenun ikat Parengan juga masih dibuat secara tradisional oleh tangan-tangan terampil warga sekitar.

Sebelum ditenun menjadi kain, bahan baku benang mula-mula didesain terlebih dulu melalui 14 proses.

Preses tersebut memakan waktu cukup lama yaitu paling cepat sekira 14 hari.

Setelah itu barulah benang ditenun menjadi kain menggunakan alat tradisional yang dirakit dari kayu.

Dalam proses ini, tenun ikat Parengan hanya membutuhkan waktu pengerjaan paling cepat selama satu hari.

Hal ini tergantung dari kerumitan motif yang dibuat untuk selembar kain.

Menariknya setelah jadi, motif dari tenun ikat Parengan hanya akan terlihat di satu sisi, sedangkan sisi lainnya akan nampak polos dan halus.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan tenun ikat kebanyakan, yang motifnya tembus baik di bagian depan maupun belakang.

"Inilah keunikan tenun ikat Parengan. Hasil seperti ini hanya bisa dibuat menggunakan alat tradisional dan tidak bisa ditiru oleh mesin," kata Miftahul Khori.

Pengerajin tenun ikat Parengan, Lamongan.
Pengerajin tenun ikat Parengan, Lamongan. (TribunTravel/Zainiya Abidatun Nisa')

Meski hanya diproduksi di Lamongan, tenun ikat Parengan dari butik Paradila sudah menembus pasar internasional.

Saat ini tenun ikat Parengan bahkan sudah diimport hingga ke wilayah Somalia dan Timur Tengah.

Harganya sendiri juga terbilang masih cukup terjangkau untuk satu lembar kain yang masih dibuat manual.

Dibanderol mulai harga Rp 150 ribu hingga Rp 900 ribu, kamu sudah bisa membawa pulang tenun ikat Parengan dalam bentuk lembaran kain.

Sedangkan untuk tenun ikat yang sudah diproses menjadi produk pakaian, harganya mulai Rp 275 ribu saja.

TONTON JUGA:

(TribunTravel/Zainiya Abidatun Nisa')

Baca selengkapnya soal Lamongan di sini.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved