Breaking News:

Terjebak 4 Hari di Puing Kapal, Wanita Ini Nekat Minum Air Seni Demi Bisa Menyusui Anaknya

Seorang ibu yang terjebak di kapal karam selama 4 hari nekat minum air kencingnya sendiri demi bisa menyusui kedua anaknya.

Free-Photos / Pixabay
Ilustrasi kapal yang berada di tengah badai di lautan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang ibu yang terjebak di kapal karam selama 4 hari nekat minum air kencingnya sendiri demi bisa menyusui kedua anaknya.

Mariely Chacon, 40, berusaha menjaga Jose David dan Maria Beatriz Camblor Chacon tetap hidup setelah perahu mereka hancur dihantam gelombang dalam perjalanan ke sebuah pulau di Samudra Atlantik.

Chacon nekat meminum air seninya sendiri.

Tujuannya agar dia memiliki energi yang cukup untuk menyusui anaknya yang berusia enam tahun dan dua tahun, saat mereka bertahan di atas puing kapal yang mengapung 70 mil dari daratan.

Baca juga: 6 Fakta Unik Ever Ace, Kapal Kontainer Terbesar di Dunia dengan Panjang 400 Meter

Ilustrasi kapal yang berada di tengah badai di lautan
Ilustrasi kapal yang berada di tengah badai di lautan (Free-Photos / Pixabay)

Baca juga: Ever Ace, Kapal Kontainer Terbesar di Dunia yang Akan Segera Lintasi Terusan Suez

Dia menyusui anaknya selama 4 hari, sampai kemudian tim penyelamat menemukan mereka.

Saat ditemukan, sang ibu sudah tak sadarkan diri.

Dilansir TribunTravel dari laman dailymail, mereka langsung dilarikan ke rumah sakit dengan dehidrasi dan luka bakar tingkat pertama.

Ibu dan anak-anaknya berada di puing kapal bersama pengasuh mereka - yang juga selamat dengan bersembunyi di lemari es untuk menghindari panas.

Tetapi lima orang lainnya - termasuk suami Chacon, Remis David Camblor - masih hilang.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Simak Syarat Perjalanan Naik Kereta, Kapal hingga Pesawat

Sayangnya dalam pemeriksaan,Chacon diketahui sudah meninggal beberapa jam sebelum penyelamatan.

Dia meninggal karena kegagalan organ yang disebabkan oleh dehidrasi.

Sebuah sumber yang dikutip oleh surat kabar La República mengatakan, organ vital sang ibu sempat kolaps karena kekurangan elektrolit.

Otoritas Maritim Nasional Venezuela INEA mengatakan: 'Pada 3 September pukul 9.30 pagi, sebuah kapal pesiar bernama Thor meninggalkan Higuerote menuju Pulau La Tortuga dengan jadwal kembali pada 5 September.

Baca juga: 6 Kapal Penumpang Pelni jadi Fasilitas Isolasi Apung Terpusat Pasien Covid-19

Ilustrasi seorang pria yang tenggelam
Ilustrasi seorang pria yang tenggelam (Gambar oleh milesz dari Pixabay)

Baca juga: Conor McGregor Punya Kapal Yacht Lamborghini Mewah, Harganya Capai Rp 51 Miliar

'Otoritas pelabuhan diberitahu pada 5 September sekitar pukul 11 ​​malam bahwa ia gagal mencapai tujuannya atau kembali ke lokasi yang ditinggalkannya dan operasi pencarian diluncurkan.'

Ia menambahkan: 'Pada 6 September pukul 18.20 kami diberitahu tentang sebuah kapal putih kecil yang hanyut dari pulau La Orchila yang mengarah pada reorientasi operasi pencarian.

'Pada 7 September pukul 14:10 empat orang diselamatkan, dua di antaranya anak-anak, oleh kapal penjaga pantai AB Carecare.'

Ia menambahkan dalam pernyataannya: 'Kami berbagi rasa sakit dengan keluarga para korban tragedi mengerikan ini.'

Seorang pejabat INEA dikutip mengatakan: 'Ibu yang meninggal membuat anak-anaknya tetap hidup dengan menyusui mereka.

"Dia meninggal tiga atau empat jam sebelum penyelamatan akibat dehidrasi setelah tidak minum air selama tiga hari."

Dia mengakui peluang mereka untuk bertahan hidup akan sangat meningkat jika kelompok itu memiliki radio atau GPS atau perangkat keamanan lainnya termasuk suar.

Empat dari lima orang hilang lainnya di kapal adalah Jose Javier Marcano Narvaez; Alejandro Osorio Graterol; Vianney Carolina Dos Santos Morales dan Remis David Camblor, dikatakan bertindak sebagai nakhoda kapal.

Ambar Purwaningrum/TribunTravel

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved