Breaking News:

TRIBUNTRAVEL UPDATE

TRAVEL UPDATE: Kisah Penjual Keripik Ayam Bumbu Khas Bali, Sudah Ada Sejak 1997

Industri rumahan Kripik Biru yang dirintis Ni Luh Sri Wahyuningsih (45) kini sukses di pasaran dan sudah merintis sejak 1997.

TribunBali/ Rizal Fanany
Ni Luh Sri Wahyuningsih, pembuat keripik ayam di Denpasar, Bali 

TRIBUNTRAVEL.COM - Industri rumahan Kripik Biru yang dirintis Ni Luh Sri Wahyuningsih (45) kini sukses di pasaran.

Keripik ayam yang diberi nama Kripik Biru ini berlokasi di Jalan Sulatri, Kesiman, Denpasar, Bali.

Menurut laporan Wartawan TribunBali, Wahyuni Sari, Luh Sri mulai merintis usahanya sejak 1997.

Usaha Kripik Biru Luh Sri ini awalnya hanya memanfaatkan bagian dari ayam, yakni kepala dan leher ayam.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Taman Herbal Insani Depok, Bisa Liburan Sekaligus Belajar Tanaman Obat

Ni Luh Sri Wahyuningsih, pembuat keripik ayam di Denpasar, Bali
Ni Luh Sri Wahyuningsih, pembuat keripik ayam di Denpasar, Bali (TribunBali/ Rizal Fanany)

Ketika itu Luh Sri meminta kepala dan leher ayam dari saudaranya yang kebetulan memiliki usaha potong ayam.

Dari situlah, akhirnya Luh Sri mulai mencoba membuat kreasi keripik.

Bumbu untuk membuat keripik tersebut, Luh Sri meracik sendiri dengan menggunakan bumbu khas Bali.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Potret Indahnya Kelok 9, Ikon Wisata Megah di Sumatera Barat

Delapan tahun berjalan, pada tahun 2005 Luh Sri mulai mencari tenaga kerja.

Awalnya memang sulit mencari orang yang mau tahan bekerja di dapur.

Namun seiring berjalannya waktu, kini Luh Sri telah memiliki 200 orang pekerja yang tersebar di berbagai kota di Bali.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Nikmati Secangkir Kopi di Sedjiwa Kopi Lombok, Tempat Ngopi Pinggir Sawah yang Asri

Ilustrasi kripik ayam Luh Sri
Ilustrasi keripik ayam Luh Sri (Instagram/ @kripikayamlabelbiru.bali)

Tak hanya di Bali, keripik hasil olahannya ini terjual hingga luar Bali bahkan luar negeri seperti Jepang dan Australia.

Di semua kabupaten di Bali, juga memiliki sales atau reseller yang membantu memasarkan keripiknya ini.

Di masa-masa pandemi seperti sekarang ini, Luh Sri bisa menjual 1.000 bungkus per harinya.

Untuk harga keripiknya ini cukup terjangkau, yakni dijual Rp 10 ribu.

Untuk rasa keripik ayamnya, akan tetap nikmat hingga dua minggu.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Santap Nasi Lindung di Warung Jamaq-jamaq, Kuliner Khas Lombok yang Menggugah Selera

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Intip Indahnya Pelantar Pelangi, Tempat Wisata Baru di Kota Tanjungpinang

(TribunTravel.com/ Septi Nandiastuti)

Simak selengkapnya terkait artikel travel update bisa klik di sini

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved