Breaking News:

Heboh Pembangunan 'Jurassic Park' Taman Nasional Komodo, UNESCO Ungkap Kekhawatirannya

UNESCO khawatir pembangunan di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur dapat membahayakan kelangsungan hidup komodo yang langka.

dok Kemenparekraf
Satwa langka komodo, dengan habitat di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Para aktivis dan pihak UNESCO khawatir bahwa pembangunan infrastruktur pariwisata di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur dapat membahayakan kelangsungan hidup komodo.

Kendati demikian, pihak berwenang mengungkapkan bahwa mereka belum menghentikan pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.

Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia mengatakan pada Kamis (5/8/2021) bahwa mereka akan terus mengembangkan beberapa proyek pariwisata di Taman Nasional Komodo, meskipun UNESCO menyuarakan keprihatinannya.

foto seekor komodo yang tengah menghalangi truk besar di sebuah taman beredar luas secara online pada 2020 lalu.
foto seekor komodo yang tengah menghalangi truk besar di sebuah taman beredar luas secara online pada 2020 lalu. (Instagram/ @kawanbaikkomodo)

Melansir laman Insider, Senin (9/8/2021), proyek wisata tersebut dijuluki "Jurassic Park" oleh warganet setelah viral di media sosial pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Melihat Habitat Asli Komodo, Spesies Kadal Terbesar di Dunia

Kala itu, foto seekor komodo yang tengah menghalangi truk besar di sebuah taman beredar luas secara online.

Para aktivis bahkan membandingkannya dengan pulau dinosaurus dalam film 'Jurassic Park' yang berakhir dengan bencana.

Komodo (Varanus komodoensis) hidup liar di Pulau Rinca, Jumat (10/6/2016). Populasi komodo di Pulau Rinca yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo sekitar 2.800 ekor.
Komodo (Varanus komodoensis) hidup liar di Pulau Rinca, Jumat (10/6/2016). Populasi komodo di Pulau Rinca yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo sekitar 2.800 ekor. (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

Pada Juni 2021 lalu, UNESCO telah meminta proyek pariwisata dihentikan sementara guna meninjau kembali dampak lingkungan terhadap komodo.

Namun, seorang pejabat Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan bahwa proyek-proyek itu akan dilanjutkan karena "terbukti tidak berdampak."

Baca juga: Selain Pulau Komodo, 4 Pulau di Indonesia yang Jadi Habitat Komodo

Pejabat menambahkan bahwa proyek pariwisata di Taman Nasional Komodo juga berfokus pada renovasi struktur yang sudah ada.

Indonesia telah mencoba untuk meniru keberhasilan pariwisata di Bali pada 10 situs lain di negara itu, termasuk Taman Nasional Komodo.

Pada tahun 2020, pihak berwenang menetapkan target dapat menarik 50.000 wisatawan ke wilayah yang dihuni oleh hewan purba tersebut.

Taman Nasional Komodo, yang terdiri dari tiga pulau utama dan beberapa pulau kecil, merupakan situs Warisan Dunia UNESCO yang menjadi rumah bagi lebih dari 5.700 komodo.

Baca juga: Tak Hanya Komodo, Ini 8 Fakta Menarik Labuan Bajo yang jadi Tempat Favorit Liburan Mewah Para Artis

Taman ini awalnya didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo, tetapi juga mulai berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati di pulau-pulau tersebut.

Pemandangan indah di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, NTT, Kamis (19/9/2019).
Pemandangan indah di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, NTT, Kamis (19/9/2019). (TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI)

Baca juga: Proyek Jurassic Park di TN Komodo, Benarkah Pulau Rinca Bakal Dibangun Jadi Geopark?

Menurut National Geographic, komodo tumbuh sepanjang 3 meter dan beratnya mencapai 150 kilogram, srrta dapat memakan hampir semua jenis hewan.

Gigi bergerigi mereka dipersenjatai dengan racun yang memperburuk pendarahan dan mencegah darah membeku.

Komodo sangat rentan terhadap kepunahan dan di bawah ancaman dari perubahan iklim dan tindakan manusia.

Baca juga: Sedang Asyik Bermain, Tangan Bocah Berusia 4 Tahun Digigit Komodo

Baca juga: Komodo Serang Pekerja Resor Jurrasic Park dan Robek Sebagian Anggota Tubuhnya

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal artikel viral di sini.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved