Breaking News:

Sempat Viral, Masakan Singkawang Asuk di Jakpus Kini Sepi Pembeli & Tak Lagi Pakai Nomor Antrean

Meski hanya menggunakan gerobak sederhana, namun Masakan Singkawang Asuk saat itu tak pernah sepi pembeli.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Nurul Intaniar
YouTube Anak Kuliner
Sajian mi goreng di Masakan Singkawang Asuk. Dulu sempat viral sampai pembeli harus menggunakan nomor antrean, kini sepi pembeli dan omzet anjlok. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Masih ingat dengan Masakan Singkawang Asuk?

Sempat viral beberapa tahun yang lalu, Masakan Singkawang Asuk dulu selalu antre pembeli.

Bahkan para pelanggannya harus antre berjam-jam menggunakan nomor antrean.

Meski hanya menggunakan gerobak sederhana, namun Masakan Singkawang Asuk saat itu tak pernah sepi pembeli.

Baca juga: Kwetiau Sapi 78 Mangga Besar dan 6 Kuliner Malam di Jakarta Barat yang Terkenal Enak

Namun kini Masakan Singkawang Asuk sepi pembeli.

Antrean pembeli Masakan Singkawang Asuk
Antrean pembeli Masakan Singkawang Asuk (YouTube Anak Kuliner)

Penasaran, food vlogger Anak Kuliner mendatangi Masakan Singkawang Asuk yang berlokasi di Jalan Kepu Timur Nomor 33, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Anak Kuliner pun menemui penjual Masakan Singkawang Asuk yang tak lagi muda.

Saat ditanya berjualan sejak kapan, Asuk menjawab telah berjualan selama 33 tahun.

"Dulu pertama jualan di Daan Mogot agak sepi, keliling-keliling pindah ke sini (Kepu Timur)," ungkap Asuk dalam vlog Anak Kuliner.

Asuk, penjual Masakan Singkawang Asuk
Asuk, penjual Masakan Singkawang Asuk (YouTube Anak Kuliner)

Meskipun sudah tak lagi muda, Asuk mengaku lebih suka berjualan dibanding hanya di rumah.

"Di rumah juga nggak ada kerjaannya ngantuk. Anak juga bilang jangan dagang. Anak semua kerja ada gaji, tapi gue di rumah ngapain?" jelas kakek berusia 72 tahun itu.

Sempat viral dan antre pembeli

Sekitar dua tahun yang lalu, Masakan Singkawang Asuk sempat viral dan antre pembeli.

Asuk mengatakan, saat itu dirinya harus membuat pesanan pelanggan selama lima jam non stop.

Baca juga: Siomay Shin Chan Laris Manis di Jogja, Ludes Terjual Ratusan dalam 7 Jam Saja

"Sekarang agak sepi, gara-gara corona kan," ujar Asuk.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu yang lalu sempat ramai pembeli namun hanya sehari dan selanjutnya kembali sepi.

Nasi goreng buatan Asuk (YouTube Anak Kuliner)

Omzetnya pun menurun drastis, hanya Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per hari.

Padahal sebelum pandemi, Asuk bisa mengantongi omzet mencapai Rp 2 juta.

Kendati demikian, Asuk tetap bersyukur ia masih bisa berjualan.

"Tapi Puji Tuhan, masih bisa cari makan," kata Asuk mensyukuri apa yang ia dapatkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved