Breaking News:

Proses Mengerikan di Balik Ritual Mumifikasi di Jepang, Minum Teh Beracun dan Mengunci Diri di Makam

Praktik ini pertama kali dirintis oleh seorang kepala biara bernama Kuukai di kompleks kuil Gunung Koya di prefektur Wakayama, Jepang.

Michelle Raponi /Pixabay
Wisatawan yang berkunjung ke kuil Jepang 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tahukah kamu jika proses mumifikasi tidak hanya terjadi di Mesir.

Jepang juga memiliki ritual mumifikasi.

Bedanya, mumifikasi di Mesir dilakukan pada orang yang sudah meninggal.

Sedangkan mumifikasi di Jepang dilakukan oleh seseorang yang masih hidup.

Dilansir TribunTravel dari laman atlasobscura.com, Sokushinbutsu adalah cara mumifikasi diri yang dilakukan oleh biksu Jepang.

Praktik ini pertama kali dirintis oleh seorang kepala biara bernama Kuukai di kompleks kuil Gunung Koya di prefektur Wakayama, Jepang.

Proses Sokushinbutsu terbilang cukup ekstrem.

Baca juga: Meriahkan Olimpiade Tokyo 2020, Pizza Hut Jepang Hadirkan Menu Baru dengan 10 Daging Pilihan

Biksu yang menjalani Sokushinbutsu
Biksu yang menjalani Sokushinbutsu (Instagram/e2t3rn)

Baca juga: 5 Tempat Makan Ramen Enak di Yogyakarta, Pecinta Kuliner Jepang Coba Mampir ke Neru Ramen

Bagaimana tidak, proses yang harus dijalani para biksu ini sangat lambat dan menyiksa.

Selama tiga tahun, para biksu akan makan makanan khusus yang hanya terdiri dari kacang-kacangan dan biji-bijian, sambil melakukan aktivitas fisik yang menghilangkan lemak tubuh mereka.

Mereka kemudian makan hanya kulit kayu dan akar selama tiga tahun dan mulai minum teh beracun yang terbuat dari getah pohon urushi.

Getah pohon urushi biasanya digunakan sebagai pernis mangkuk.

Getah pohon urushi menyebabkan muntah dan kehilangan cairan tubuh secara cepat, dan — yang paling penting — membunuh belatung apa pun yang mungkin menyebabkan tubuh membusuk setelah kematian.

Baca juga: Fakta Unik Gundam Raksasa, Ikon Jepang yang Curi Perhatian di Triathlon Olimpiade Tokyo 2020

Akhirnya, seorang biksu yang melakukan mumifikasi diri akan mengunci dirinya di sebuah makam batu yang hampir tidak lebih besar dari tubuhnya, di mana ia tidak akan bergerak dari posisi lotus.

Satu-satunya koneksi ke dunia luar adalah tabung udara dan bel.

Setiap hari, dia membunyikan bel agar orang-orang di luar tahu dia masih hidup.

Ketika bel berhenti berdering, itu berarti mereka sudah tiada.

Tidak semua biksu yang berusaha melakukan mumifikasi diri berhasil.

Ketika makam akhirnya dibuka, beberapa mayat ditemukan membusuk.

Baca juga: Bukan Museum Van Gogh Belanda, Museum di Jepang Ini Jadi Museum Paling Banyak Dikunjungi di Dunia

Kuil Myoryuji
Kuil Myoryuji (Flickr/Kentaro Ohno)

Baca juga: Jadwal Terbang Garuda Indonesia Rute Internasional Juli 2021, Ada Singapura, Korea hingga Jepang

Para biksu ini disegel kembali di kuburan mereka.

Sementara itu, biksu yang berhasil melakukan sokushinbutsu akan dianggap sebagai Buddha dan dimasukkan ke dalam kuil untuk dipertontonkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved