Breaking News:

Penumpang Pesawat dari Negara Tinggi Covid-19 Dilarang Masuk Arab Saudi, Melanggar Didenda Rp 1,9 M

Kantor Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi memberi sanksi denda 500 ribu riyal bagi penumpang pesawat internasional dari negara yang terkena Covid-19.

Editor: Rizky Tyas Febriani
venturesonsite.com
King Fahd International Airport di Dammam, Arab Saudi menjadi bandara terbesar di dunia dengan luas sekitar 77.600 hektar. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kantor Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi memberi sanksi denda 500 ribu riyal bagi penumpang pesawat internasional yang masuk ke negara itu dari negara-negara yang terkena Covid-19.

Disebutkan, sanksi denda itu diberlakukan karena melanggar aturan pencegahan penyebaran virus Corona.

Dikutip dari Saudi Gazette, Kantor kejaksaan juga menambahkan, hukuman yang sama juga akan diterapkan pada mereka yang bertanggung jawab atas alat transportasi.

Penuntut Umum menegaskan para pengunjung yang datang ke Kerajaan dengan penerbangan internasional dan mereka yang bertanggung jawab atas transportasi dan operator perjalanan melalui pelabuhan masuk harus mengungkapkan apakah mereka melakukan kunjungan ke salah satu negara yang terkena dampak wabah virus corona atau strain yang bermutasi.

“Jika mereka gagal untuk mengungkapkan ini, tindakan hukuman berat akan diambil terhadap mereka,” sebut kantor kejaksaan.

Dikatakannya, pelanggar akan dihukum dengan denda hingga setengah juta riyal, dan pelanggar, operator atau pemilik alat pengangkut, menanggung kerugian akibat pelanggaran tersebut.

Jika pelanggaran disertai dengan tindak pidana, kata jaksa penuntut umum, kasus terhadap pelaku akan dirujuk ke Penuntut Umum sebelum mengajukan kasus ke pengadilan yang berwenang.

Baca juga: Catat! Daftar Wilayah Luar Jawa-Bali yang Menerapkan PPKM Level 3 dan 4

Baca juga: Aturan Terbaru Naik Pesawat Terbang Selama PPKM Level 4, Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi

Hukuman Penjara

Lima hari lalu, Arab Saudi menetapkan sanksi bagi warganya yang bepergian ke negara dengan angka infeksi Covid-19 yang tinggi, termasuk Indonesia.

Dilansir Arab News, Kementerian Dalam Negeri mengatakan warga yang nekat masuk negara daftar merah akan dilarang bepergian selama 3 tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved