Breaking News:

Fakta Mengejutkan Titanic, Kapal yang Digadang-gadang Tak Bisa Tenggelam

Kapal Titanic digambarkan sebagai objek bergerak buatan manusia terbesar ​​dan paling mewah di Bumi pada saat itu, berukuran panjang 882 kaki.

Teufelbeutel, CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons
Lukisan Kapal Titanic 

Namun bencana itu mungkin bisa dihindari jika anggota kru memiliki akses ke teropong - yang tidak bisa mereka dapatkan karena mereka tidak memiliki kunci.

Awak kapal dengan kunci kotak teropong tidak menaiki Titanic

Dan satu pengintai - Frederick Fleet, yang selamat - kemudian mengatakan bahwa teropong bisa membantu mereka bereaksi cepat untuk menyingkir dari gunung es.

Sebaliknya, kapal melaju dengan kecepatan penuh — menuju kehancurannya.

Semua Insinyur Kapal Titanic Meninggal

Gambaran Kapal Titanic
Gambaran Kapal Titanic (Flickr/Brony1789)

Baca juga: 34 Fakta Titanic, Satu-satunya Kapal yang Ditenggelamkan oleh Gunung Es

Kru kapal bukanlah satu-satunya orang yang tewas saat mencoba menyelamatkan orang lain.

 35 insinyur yang merancang Titanic juga ikut tenggelam bersama kapal.

Dari bawah dek, mereka berjuang mati-matian untuk menjaga agar lampu, pompa, dan radio kapal tetap menyala. 

Pengorbanan mereka membantu ratusan orang melarikan diri, karena lampu tidak padam sampai kapal tenggelam di bawah ombak.

Tapi mereka tidak bisa menyelamatkan semua orang.

Sekira 1.500 Orang Meninggal di Kapal Titanic

Sekitar 1.500 orang — atau dua pertiga dari penumpang kapal — meninggal saat Titanic tenggelam. 

Di antara mereka ada 832 penumpang dan 685 awak.

Mereka yang tewas termasuk jutawan terkenal seperti, John Jacob Astor, serta desainer Titanic, Thomas Andrews.

Secara keseluruhan, penumpang kelas satu memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi sebesar 62 persen daripada penumpang kelas dua, sebesar 43 persen, atau penumpang kelas bawah, sebesar 25 persen.

Hanya 360 Mayat yang Ditemukan di Laut

Meskipun sekira 1.500 orang tewas di Titanic — dan banyak yang membeku di air dengan mengenakan pelampung — hanya sekitar 340 mayat yang ditemukan.

Setelah mengetahui bencana itu, banyak kapal berangkat untuk membantu memulihkan mayat. 

Salah satunya adalah kapal kabel yang disebut Mackay-Bennett, yang lepas landas dari Halifax di dekatnya.

Kru itu mengambil 306 mayat, termasuk seorang laki-laki berusia 19 bulan yang mengenakan empat lapis pakaian dalam upaya sia-sia untuk melindunginya dari air dingin. 

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved