Breaking News:

Menari Sampai Meninggal? Berikut Fakta Wabah Menari yang Pernah Serang Eropa Abad 14

Selama wabah wabah menari, orang akan menari selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. 

Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Rizky Tyas Febriani
Eric Perlin /Pixabay
Ilustrasi wanita yang sedang menari 

TRIBUNTRAVEL.COM - Di Eropa, dari abad ke-14 hingga abad ke-17, terjadi wabah “choreomania”. 

Istilah ini diambil dari kata Yunani "choros" yang berarti tarian dan "mania" yang berarti kegilaan, meskipun dokter dan filsuf terkenal Paracelsus menciptakan istilah "wabah menari." 

Selama wabah wabah menari, orang akan menari selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. 

Begitu orang mulai menari, mereka tidak bisa berhenti. 

Terkadang musisi bergabung dengan mereka, berharap musik mereka bisa menyembuhkan penyakit.

Ilustrasi menari di pinggir pantai
Ilustrasi menari di pinggir pantai (DanaTentis /Pixabay)

Baca juga: Harga Tiket Masuk Devoyage Terbaru 2021, Wisata Bernuansa Eropa di Bogor dengan 150 Spot Selfie

Namun, musik justru mendorong orang lain untuk ikut menari. 

Tidak ada pola atau perbedaan mengenai siapa yang mungkin terpengaruh – itu bisa menyerang orang asing atau penduduk setempat. 

Jenis Tarian

Beberapa tarian hanya akan membingungkan dan melelahkan, sementara yang lain digambarkan oleh penonton sebagai aneh. 

Para penari ada yang membuat gerakan cabul, atau bertingkah seperti binatang; mereka akan berteriak, tertawa, menangis, dan bernyanyi. 

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved