Breaking News:

Ilmuwan Temukan Korban Serangan Hiu Tertua di Dunia dalam Kondisi Mengenaskan

Dikenal hanya sebagai Tsukumo No. 24, kerangka prasejarah itu memiliki 790 luka dalam, yang oleh para ilmuwan dikaitkan dengan harimau atau hiu putih

Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Ambar Purwaningrum
Foto oleh GEORGE DESIPRIS dari Pexels
Hiu yang sedang berenang di laut 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bermaksud mempelajari kekerasan manusia di Jepang prasejarah,Tim Universitas Oxford yang tengah melakukan penyelidikan pada kerangka berusia 3.000 tahun justru menemukan hal yang lain.

Pertama kali digali pada awal 1900-an, kerangka itu dipenuhi hampir 800 luka yang membuat para ahli bingung — sampai mereka menyadari bahwa ini adalah korban serangan hiu tertua yang pernah ditemukan.

Dipulihkan dari situs arkeologi Tsukumo Shell di dekat Laut Seto, Jepang, kerangka berjenis kelamin pria itu dimakamkan di pemakaman seperti yang lainnya. 

Namun, kondisinya sangat mengerikan.

Penyebab kematiannya tidak pernah diketahui.

Baca juga: Viral di Tiktok, Turis yang Ketakutan saat Hiu Raksasa Mengitari Kapal Pesiar

Hiu macan
Hiu macan (Kris Mikael Krister, CC OLEH 3.0, via Wikimedia Commons)

Baca juga: Mengulik Kisah Pria Asal Vietnam yang Tinggal 41 Tahun di Hutan, Tak Tahu Soal Wanita

Arkeolog Oxford Rick Schulting dan J. Alyssa White berharap dapat menemukannya.

Satu petunjuk yang paling jelas adalah bahwa tidak ada luka yang menunjukkan tanda-tanda penyembuhan, menurut Science Alert — menunjukkan bahwa luka itu telah berakibat fatal. 

Dilansir TribubTravel dari laman allthatsinteresting, gagasan bahwa orang lain menikamnya hampir 800 kali, bagaimanapun, tampak menggelikan.

"Kami awalnya bingung dengan apa yang bisa menyebabkan setidaknya 790 luka dalam dan bergerigi pada pria ini," kata studi yang diterbitkan dalam Journal of Archaeological Science: Reports . 

Para ahli mengesampingkan konflik manusia, predator darat, dan alat logam apa pun yang digunakan selama Jōmon.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved