Breaking News:

Pekerja Temukan Bangkai Pesawat di Dasar Danau California, Pecahkan Misteri 56 Tahun Silam

Puing-puing pesawat kecil ditemukan di dasar Danau Folsom California saat para pekerja sedang menguji peralatan survei.

Flickr/ FolsomNatural
Puing-puing pesawat kecil ditemukan di dasar Danau Folsom California saat para pekerja sedang menguji peralatan survei. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Puing-puing pesawat kecil ditemukan di dasar Danau Folsom California saat para pekerja sedang menguji peralatan survei.

Puing-puing tersebut kemungkinan adalah sisa-sisa pesawat yang jatuh pada 1965 silam.

Melansir laman Insider, Senin (14/6/2021), penemuan ini berpotensi dapat memecahkan misteri berusia 56 tahun.

Jeff Riley, seorang teknisi lingkungan di Seafloor Systems, sebuah perusahaan survei yang berspesialisasi dalam pemetaan wilayah laut, mengatakan bahwa pesawat itu dapat dilihat pada pencitraan matahari sekira 160 kaki di bawah permukaan, tertutup lapisan lumpur yang tebal.

Baca juga: Kopilot Temukan Surat Penting dalam Pesawat yang Terparkir di Padang Pasir Lebih dari Setahun

KCRA melaporkan bahwa kamera jarak jauh diturunkan ke dalam danau tersebut.

Kamera berhasil mengambil gambar ekor, baling-baling pesawat dan sebagian besar pesawat tampak utuh.

Ilustrasi - puing-puing pesawat yang kecelakaan
Ilustrasi - puing-puing pesawat yang kecelakaan (Flickr/ Carlos Twose)

Seafloor Systems tidak dapat secara khusus mengidentifikasi pesawat itu, tetapi sebuah pesawat jatuh di sekitar danau pada momen Tahun Baru 56 tahun yang lalu dan tidak pernah ditemukan, KCRA melaporkan.

Riley mengatakan bahwa gambar baling-baling dan ekornya cocok dengan gambar pesawat tersebut.

Tiga orang korban dalam penerbangan itu juga tidak pernah ditemukan.

Baca juga: Fakta Balon Udara, Jadi Alat Transportasi sebelum Pesawat Terbang Ditemukan

Baca juga: Pramugari Beberkan Bagian Paling Kotor di Pesawat, Jangan Disentuh!

Data dari kapal survei menunjukkan bahwa sesuatu mungkin berada di bawah air yang dalam, sebab permukaan air di danau rendah karena musim kemarau.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved