TRIBUNTRAVEL.COM - Kepulauan Sangihe merupakan sebuah kabupaten di Sulawesi Utara yang terdiri atas sejumlah gugusan pulau.
Melansir situs resmi Kabupaten Kepulauan Sangihe, wilayah tersebut memiliki 105 pulau yang 26 di antaranya tidak berpenghuni.
Kepulauan Sangihe menjadi salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Filipina.
Dengan ibu kota kabupaten di Tahuna, Kepulauan Sangihe dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya.
Baca juga: Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Kepulauan Sangihe, Coba Jelajahi Pantai Malahi
Berikut 6 fakta unik Kepulauan Sangihe yang dirangkum TribunTravel dari berbagai sumber.
1. Kepulauan Sangihe punya gunung api di bawah laut
Kepulauan Sangihe memiliki gunung api bawah laut yang terletak di sebelah barat Pulau Mahengetang.
Gunung api tersebut bernama Banua Wuhu yang memiliki ketinggian 400 meter.

Sementara itu, puncak gunung Banua Wuhu berada di kedalaman 8 meter di bawah permukaan laut.
Sebagai gunung berapi, Banua Wuhu memengaruhi suhu air laut di sekitarnya.
Tak heran jika suhu air di sekitar Banua Wuhu mencapai 37-38 derajat Celcius.
2. Destinasi wisata di Kepulauan Sangihe
Kepulauan Sangihe memiliki bawah laut yang menakjubkan.
Dilaporkan lipi.go.id, air laut di sekitar Banua Wuhu tidak terlampau dingin ataupun panas, sehingga menjadi ekosistem tersendiri dan bisa menjadi habitat bagi biota-biota laut tertentu.
Baca juga: Binuanga Tracking Mangrove, Destinasi Favorit di Bolmut Sulawesi Utara untuk Liburan Akhir Pekan
Berbagai jenis, mulai dari cacing-cacingan, udang, kepiting, dan ikan yang hidup di sekitar gunung tersebut semua berwarna sangat mencolok.
Selain lokasi di sekitar Banua Wuhu, keindahan bawah laut Kepulauan Sangihe juga bisa ditemukan di Brave Hills Napo-Para Island, Kahakitang Island, Selat Sea Grass Mahumu Island, Mendaku dan Dakupang Island, dan Pulau Bukide.

Pantai-pantai di Kepulauan Sangihe pun tak kalah indah dan patut untuk dikunjungi, termasuk Pantai Pasir Putih Pananualeng.
Ada juga Air Terjun Kadadima dan Air Terjun Ngura Lawo.
Wisata alam lain yang sangat menarik di Kepulauan Sangihe yaitu Gunung Sahendaruman.
3. Kepulauan Sangihe memiliki sejumlah burung endemik
Selain destinasi wisata alam, Gunung Sahendaruman juga menjadi rumah bagi salah satu burung endemik Kepulauan Sangihe.
Seriwang Sangihe (Eutrichomyias Rowleyi) atau disebut Manu' Niu oleh penduduk lokal merupakan salah satu burung endemik yang dapat ditemukan di Gunung Sahendaruman.
Manu' Niu menjadi satu dari delapan jenis burung endemis sekaligus terancam punah secara global di Pulau Sangihe, dilaporkan burung.org.
Manu' Niu kini semakin terancam punah akibat adanya tambang emas di Kepulauan Sangihe yang berpotensi menghancurkan rumah mereka.

Selain Manu' Niu, Kepulauan Sangihe masih memiliki beberapa burung endemik lain yang juga terancam punah.
Di antaranya Paok Merah Sangihe, Serindit Sangihe, Anis-bentet Sangihe, Burung Madu Sangihe, dan masih ada beberapa jenis lain.
4. Setengah dari Kepulauan Sangihe akan dijadikan tambang emas
Dengan luas 736,98 kilometer persegi, Kepulauan Sangihe setengahnya akan dijadikan tambang emas.
Pemegang izin wilayah tambang seluas 42.000 hektar di Sangihe adalah perusahaan Tambang Mas Sangihe (TMS), dilaporkan Kompas.com.
TMS telah mengantongi persetujuan kelayakan lingkungan dari Provinsi Sulawesi Utara pada 25 September 2020 dan izin operasi produksi dari Kementerian ESDM awal tahun ini.
Untuk itu, TMS berhak mengeksploitasi emas dan tembaga di enam kecamatan yang terbagi menjadi 80 kampung selama 33 tahun ke depan.
Baca juga: Air Terjun Pelangi Lembah Impian, Wisata Eksotis di Tanah Sulawesi
5. Tambang emas di Kepulauan Sangihe ditolak
Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong mengirim surat permohonan pembatalan izin operasi pertambangan emas di wilayahnya.
"Iya Pak Wakil Bupati memang bikin surat (tolak tambang)," kata Bupati Sangihe Jabes Gaghana saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/6/2021) malam.
Jabes menambahkan, Helmud Hontong semasa hidup menolak akan adanya aktivitas pertambangan emas di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Tambang emas dianggap berpotensi 'meneggelamkan' Kepulauan Sangihe.

"Di pulau kecil seperti Sangihe, semuanya terbatas, air tawar terbatas, ekologi terbatas. Kalau setengah pulau jadi wilayah tambang, tenggelam itu pulau dalam kerusakan," kata Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Merah Johansyah dikutip dari Kompas.com.
Belum lagi adanya ancaman tercemarnya air laut yang nantinya juga akan berdampak pda mata pencaharian penduduk yang mayoritas nelayan.
6. Wakil bupati Sangihe meninggal dunia di pesawat
Helmud Hontong meninggal dunia di pesawat dalam penerbangan Lion Air JT-740 dari Bali menuju Manado via Makassar, Rabu (9/9/2021).
Baca juga: Dekat Pusat Kota, 5 Hotel di Manado untuk Staycation dengan Tarif Mulai Rp 200 Ribu per Malam
Baca juga: 5 Fakta Unik Pulau Morotai, Saksi Bisu Perang Dunia II yang Jadi Maldivesnya Indonesia
Helmut disebut sempat mengeluarkan darah dari mulut dan hidung.
Insiden ini terjadi tak lama berselang usai Helmud menulis surat permohonan pembatalan izin operasi pertambangan emas di Kepulauan Sangihe.
(TribunTravel.com/Sinta A.)