TRIBUNTRAVEL.COM - Jepang memang tidak pernah kekurangan ide dalam menciptakan peluang bisnis.
Setelah beberapa tahun lalu memperkenalkan penyewaan pria setengah baya dan saudara perempuan, kini ada inovasi baru.
Sebuah perusahaan di Jepang memperkenalkan penyewaan orang gemuk.
Perlu kami sampaikan bahwa sebutan 'gemuk' berasal dari perusahaan itu sendiri..
Mereka menyebutnya dengan nama Debucari, TribunTravel melansir dari soranews.
Dari kata Jepang debu yang berarti gemuk dan kariru yang berarti sewa.
Ambang batas berat Debucari adalah 100 kilogram.
Meski demikian, mereka juga memiliki Debucari dengan berat di atas 125 kg dan di atas 150 kg.
Baca juga: Viral Cerita Sopir Taksi Antar Penumpang Misterius di Wilayah Tsunami Jepang, Kondisinya Basah Kuyup
Baca juga: Sakura Hills Tawangmangu, Tempat Wisata dengan Nuansa ala Jepang di Karanganyar
Penyewaan Debucari bukan ditujukan sebagai pendamping romantis atau hal-hal berbau erotis lainnya.
Melainkan untuk tujuan yang lebih baik.
Misalnya toko pakaian yang membutuhkan model plus size untuk model pakaian mereka atau menjadi bagian dari sebuah film.
Seseorang juga bisa menyewa Debucari untuk tujuan non bisnis,
Berikut contoh penyewaan Debucari .
- Saya ingin Debucari membantu menu makan porsi besar di sebuah restoran.
- Saya ingin bantuan memilih hadiah untuk seseorang yang plus size.
- Saya ingin seseorang berdiri di samping saya ketika saya mengambil gambar sehingga saya akan terlihat lebih kurus.
- Saya memiliki masalah tentang berat badan dan ingin seseorang mendengarkan kisah saya.
- Saya ingin seseorang bermain jungkat-jungkit dengan saya.
Tujuan dibangunnya penyewaan Debucari ini untuk mengubah persepsi negatif tentang orang gemuk di Jepang.
Bahwa juga butuh perjuangan untuk menjadi gemuk di Jepang.
Di bawah ini video penggambaran tentang penyewaan Debucari.
Baca juga: Cuma Rp 6 Jutaan, Kenapa Rumah Kosong di Jepang Banyak yang Dijual Murah?
Baca juga: 5 Restoran Ternama di Ginza, Cocok Buat Kamu yang Mau Berburu Kuliner di Jepang
Debucari mengenakan biaya 2.000 yen setara Rp 259 ribu per jam untuk persewaan non-bisnis.
Info lebih lanjut bisa mengunjungi situs mereka di sini.
Baca juga: Rumah Kosong di Jepang Banyak Dijual Murah Rp 6,5 Jutaan, Ternyata Begini Alasannya
Ambar Purwaningrum/TribunTravel