Breaking News:

Konsumsi Permen Karet Setiap Hari, Remaja Asal Wales Tewas dengan Benjolan Berwarna Hijau Terang

Seorang remaja dilaporkan meninggal dunia akibat kebiasaannya mengunyah permen karet secara berlebihan setiap harinya.

umpi.edu
Ilustrasi - Mengonsumsi permen karet. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang remaja dilaporkan meninggal dunia akibat kebiasaannya mengunyah permen karet secara berlebihan setiap harinya.

Samantha Jenkins berusia 19 tahun ini awalnya mengeluhkan sakit perut dan menduga sakitnya ini disebabkan oleh sebotol minuman ringan.

Namun, setelah keluarga menggeledah kamar anak gadisnya ini mereka menemukan sejumlah kotak besar dan bungkus permen karet kosong.

Baca juga: Obelix Hills, Tempat Wisata Baru di Sleman yang Instagramable dan Jadi Favorit Wisatawan

Dilansir dari laman news.com.au, Rabu (2/6/2021), Gadis remaja ini diketahui tinggal bersama keluarganya di Felinfoel, Wales Selatan, Wales, Inggris Raya.

Namun, naas nyawa Jenkins tidak bisa diselamatkan dan hasil otopsi menemukan empat atau lima benjolan berwarna hijau terang yang ternyata adalah permen karet.

Pihak medis memutuskan bahwa permen karet tersebut berperan dalam kematian gadis remaja ini.

Samantha Jenkins berusia 19 tahun ini awalnya mengeluhkan sakit perut dan menduga sakitnya ini disebabkan oleh sebotol minuman ringan.
Samantha Jenkins berusia 19 tahun ini awalnya mengeluhkan sakit perut dan menduga sakitnya ini disebabkan oleh sebotol minuman ringan. (Facebook via news.com.au)

Sekarang, 10 tahun setelah kematian putrinya yang tragis, Ibunda Jenkins Maria Morgan mengenang tragedi dan menghormati putrinya sebagai seorang yang semangat, lincah dan penuh kasih sayang.

"Saya mengingatnya seperti baru kemarin," kata Morgan.

"Saya sedang membuat teh di dapur dan hanya ada olok-olok biasa di sekitar meja. Dia terus mengatakan bahwa dirinya tidak enak badan. Saya berkata 'Kamu mungkin hanya sedikit dehidrasi setelah berada di bawah terik matahari'," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Saya dan putri saya yang lain bangun dan pergi ke pintu lalu berkata, 'Apa-apaan itu?'. Dan dia berteriak di lantai bawah, 'Apakah seperti ini rasanya mati?'. Dan kemudian kami mendengar suara orang jatuh lagi."

Baca juga: Melting Pot, Pusat Kuliner Halal di Singapura yang Sajikan Menu dari Berbagai Negara

Di sinilah Jenkins ditemukan dalam keadaan kritis dan dilarikan ke rumah sakit, di mana dia mengalami koma.

"Dia tidak pernah kembali," kata Morgan.

"Kami pada dasarnya diberitahu sejauh yang mereka bisa lihat bahwa ada sesuatu yang meracuni putri kami. Kami berharap mereka bisa menyelamatkannya," lanjut Morgan.

Ia mengatakan, "Suatu hari, putri saya yang lain menyebutkan bahwa Jenkins biasa mengunyah permen karet, jadi saya mengatakan itu ke pihak medis karena dia sering mengunyah permen karet."

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved