Breaking News:

Fenomena Langka Super Blood Moon Bakal Terjadi 26 Mei di Bali, Begini Penjelasan BMKG

Bagi masyarakat Pulau Bali dan wilayah Indonesia lainnya bakal disuguhkan fenomena langka super blood moon pada Rabu (26/5/2021) mendatang.

Editor: Nurul Intaniar
Flickr.com/David Moser Photography
Ilustrasi fenomena super blood moon 

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler yang suka mengamati fenoma langit tampaknya harus berbahagia.

Fenomena langka Gerhana Bulan Perigee atau dikenal juga sebagai super blood moon tak lama lagi sudah bisa diamati di Indonesia.

Khususnya bagi masyarakat Pulau Bali dan wilayah Indonesia lainnya bakal disuguhkan fenomena langka super blood moon pada Rabu (26/5/2021) mendatang.

Kejadian langka super blood moon di Indonesia ini telah dibenarkan oleh Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman saat dikonfirmasi Tribun Bali, Jumat 21 Mei 2021.

"Betul, Bali salah satu wilayah yang dapat mengamati gerhana bulan tersebut," kata dia.

Baca juga: Liburan Artis - 5 Potret Ruben Onsu dan Keluarga saat Pertama Kali Naik Helikopter di Bali

Ilustrasi fenomena super blood moon
Ilustrasi fenomena super blood moon (Flickr.com/David Moser Photography)

Mengenai Gerhana Bulan Super Blood Moon, dijelaskan Iman adalah peristiwa terhalanginya sinar matahari oleh bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke bulan, dilihat dari Bumi.

Peristiwa tersebut merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan.

Fenomena ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar.

"Hal ini terjadi saat Bulan berada di umbra bumi, yang berakibat, saat puncak gerhana bulan total terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah terkenal dengan istilah Blood Moon," jelas Iman.

Baca juga: Fenomena Supermoon Terjadi 26 dan 27 April 2021, Begini Cara Melihatnya

Lanjutnya, karena posisi bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi atau disebut Perigee, maka Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon.

"Sehingga, Gerhana Bulan Total tanggal 26 Mei 2021 dikenal juga dengan Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee atau bulan berada di jarak terdekat dengan bumi," papar dia.

Fase-fase atau proses Gerhana Bulan Total yang akan terjadi di Indonesia tanggal 26 Mei 2021 meliputi :

  • Fase (P1) Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB , 16.46.12 WITA , 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total ini.
  • Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB , 17.44.38 WITA ,18.44.38 3 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.
  • Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB , 19.09.21 WITA, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
  • Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
  • Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir pukul 18.28.05 WIB , 19.28.05 WITA , 20.28.05 WIT melintas membelah Sumatera Utara, sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini.
  • Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB , 20.52.48 WITA , 21.52.48 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.
  • Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir pukul 20.51.14 WIB , 21.51.14 WITA , 22.51.14 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Fenomena Hujan Es di Yogyakarta, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

"Seluruh proses gerhana, sejak fase awal (P1) hingga fase akhir (P4) akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik," tutur Iman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved