Breaking News:

Viral Pasutri Mudik Jalan Kaki Gombong-Bandung Sejauh 279 KM, Ini Faktanya

Aksi pasutri Dani Rahmat (39) dan Masitoh Ainun (36) heboh di media sosial lantaran mengaku terpaksa mudik dengan berjalan kaki dari Gombong-Bandung.

Istimewa via Tribunnews.com
Foto dari warganet yang sempat mengabadikan pasangan suami istri, Dani dan Masitoh yang sedang beristirahat di sebuah SPBU di Kota Banjar Kamis (6/5/2021). Pasangan suami istri tersebut membawa dua anaknya yang masih balita nekat berjalan kaki dari Gombong (Jateng) menuju Soreang Bandung untuk Pulang kampung karena d-PHK di tempat ia bekerja di sebuah usaha konveksi rumahan di Gombong. 

"Yang saya tahu mereka ngontrak, tahu-tahu viral," ucapnya.

3. Ibunda mengaku malu

Sementara itu, Lilis Suryani, ibunda Dani mengaku sudah tak tahan atas anaknya sendiri.

"Setiap ke sini ia kerap bawa masalah saja. Saya sudah capek mengurusnya harus bagaimana," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Minggu (9/5/2021).

Saking tak tahannya, warga Kampung Bojong Sayang RW 1 RT 3, Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung ini berharap, ada yang bisa memulangkan anaknya ke Medan.

Ia mengaku sudah capek karena anaknya selalu membuat masalah.

"Semoga pemerintah membantu memulangkan mereka, sebab bukannya saya tidak sayang, tapi sudah capek karena kerap membuat masalah," ujarnya.

Akibat anaknya viral jalan kaki dari Gombong ke Bandung, Lilis pun kini merasa malu berat.

"Malu banget sampai seperti itu, kalau bisa nggak usah viral. Ibu enggak pernah nyuruh seperti itu," kata ibu Dani.

Ia pun membandingkan kehidupan Dani dengan kehidupannya.

Meski sudah tua, Lilis Suryani tak sampai meminta-minta belas kasihan dari orang, seperti Dani dan Masitoh.

Ia mengaku masih mampu bekerja.

"Walau saya sudah tua, dan tak punya apa-apa, saya masih mampu kerja, menjahit," katanya.

Ia menyayangkan anak dan mantunya melakukan hal seperti itu sampai viral.

Ia tahunya sang anak kembali ke kontrakan.

Dani dan Masitoh disebut sempat datang ke rumahnya pada pekan lalu.

"Dia pergi lagi, gak tau seperti itu, saya tahunya mau ke kontrakannya," katanya.

Namun, pada akhirnya ia kaget karena mendapatkan kabar anak dan mantunya viral di media sosial karena mengaku jalan kaki dari Gombong ke Bandung.

Baca juga: Viral di Medsos, Video Sapi Hadang Ratusan Kendaraan Pemudik hingga Sebabkan Macet Panjang

4. Pengakuan Masitoh

Kini setelah pihak keluarga dan tetangga buka suara, kini giliran Masitoh yang mengungkapkan hal sebenarnya.

Ia mengakui, kisahnya yang 'mudik' berjalan kaki dari Gombong ke Kebumen, tidak sepenuhnya benar.

Ternyata, pasangan ini sudah setahun hidup di jalanan dan tidak mudik dari Gombong ke Cangkuang.

Ia dan Dani sengaja membawa kedua anaknya melakukan perjalanan untuk menghidupi keluarga.

Semua berawal dari tempat bekerja Dani yang gulung tikar.

"Mesin jahit diambi bos, jadi bingung kerjaan enggak ada. Yang ngajak hidup di jalan, saya."

"Kami turun ke jalan yang penting ada buat makan."

"Ada yang ngasih kami terima, enggak ada yang ngasih, kami jalan," ujar Masitoh saat ditemui di tempat karantina, Minggu (9/5/2021).

Menurut Masitoh, sekitar seminggu lalu, mereka kembali melakukan perjalanan.

"Kami dari sini (Cangkuang) ke Cimindi naik angkot. Dari Cimindi naik kereta api ke Purwakarta."

"Purwakarta-Bandung, ongkosnya cuman Rp 7 ribu. Lalu dari Purwakarta ke Cikarang. Mulai dari Cikarang, kami jalan (kaki)," kata Masitoh.

Masitoh mengatakan, dari Cikarang, mereka menuju Cikampek, Karawang, Subang, dan Indramayu.

"Di Indramayu kami dapat tumpangan dinaikkan ke bus. Ditanya tujuannya mau ke mana, kalau sebutin jauh-jauh kasihan orang itu, jadi saya sebut yang dekat saja ke Tegal, ongkos Rp 100 ribu," tuturnya.

Setelah di Tegal, menurut Masitoh, ia dan keluarganya jalan ke Gombong, Jawa Tengah.

Dari Gombong, mereka balik lagi.

"Jadi muter, pergi dari utara, pulang lintas selatan," katanya.

Menurutnya, dia melakukan perjalanan seperti itu sudah satu tahun.

"Setahun sebenarnya kami sudah keliling Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat."

"Cuma tidak hanya sambil diam, tapi sambil cari kerja. Tapi itu namanya cari kerja susah," katanya.

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Aglomerasi, Ini Sanksi bagi Pelanggar

Tonton juga:

5. Mengaku ingin pulang ke Medan

Masitoh juga menjelaskan, selama satu tahun berkeliling dia mengibaratkan jalan-jalan gratis,

Bila tak ada tumpangan, jalan kaki.

"Kalau tidur ada pom bensin, ya pom bensin, ada di masjid. Kan di Jawa (masjid) tak dikunci," tuturnya.

Hal tersebut dilakukan, kata Masitoh, saat anaknya yang kecil berusia empat bulan dan sekarang sudah berusia 1,5 tahun.

"Tinggal di (rumah) mertua enggak mungkin, rumahnya kecil, sempit."

"Untuk kontrakan harus jalan hidup harus jalan, daripada mencuri, gitu kan," ujar Masitoh.

Masitoh ternyata masih warga Lubuk Pakam, Medan, Sumatera Utara.

Namun kartu identitasnya hilang karena tasnya dicuri orang saat berada di Cimahi.

Begitu juga dengan kartu identitas suaminya.

"Semua tas saya diambil orang di Cimahi, dipikir mereka apa ya, padahal cuma baju saya, suami, dan anak serta surat-surat itu, KTP dan lainnya," tuturnya.

Dengan adanya kejadian viral tersebut, kakak dan orang tuanya menjadi syok.

Bahkan kakaknya yang paling besar di Medan sampai darah tinggi.

"Setelah enggak ada penyekatan lagi, InsyaAllah, kami balik ke Medan. Mau ngurusin orang tua di sana," ucapnya.

Baca juga: Pemudik Kejutkan Ibu Setelah 2 Tahun Tak Pulang, Beri Pelukan Erat di Pabrik Roti

Baca juga: Syarat Administrasi Perjalanan Kereta Api Selama Masa Peniadaan Mudik 2021

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Baca selengkapnya seputar Kejadian Viral di Medsos, di sini.

Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved