Breaking News:

Penumpang Ini Lewatkan Karantina Wajib Selandia Baru, Terbang ke Australia dan Dites COVID-19

Namun seorang penumpang pesawat Air New Zealand melewatkan karantina wajib yang seharusnya ia jalani.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
ambinsurance.co.uk
Ilustrasi penumpang pesawat pakai masker di bandara. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sejumlah negara telah mengizinkan penerbangan internasional dari negara lain.

Sebagai syarat, penumpang dalam penerbangan internasional diwajibkan untuk karantina mandiri.

Namun seorang penumpang pesawat Air New Zealand melewatkan karantina wajib yang seharusnya ia jalani.

Penumpang yang berasal dari Kepulauan Cook tersebut menumpang pesawat Air New Zealand dari Auckland, Selandia Baru menuju Perth, Australia.

Menurut laporan, penumpang itu sebelumnya tidak melakukan karantina selama dua minggu sebelum memasuki Selandia Baru.

Baca juga: Pramugari Ini Ungkap Arti Suara Lonceng yang Terdengar saat Pesawat Lepas Landas

Air New Zealand
Air New Zealand (Newshub)

Air New Zealand mengonfirmasi bahwa insiden itu merupakan potensi pelanggaran gelembung trans-Tasman.

"Kami telah diberi tahu tentang penumpang di pesawat NZ175 Auckland-Perth hari ini yang tidak memenuhi syarat untuk perjalanan bebas karantina ke Australia," kata Air New Zealand dikutip TribunTravel dari ABC News.

"Kami bekerja dengan otoritas terkait di kedua sisi Tasman dan akan mengikuti panduan mereka," lanjutnya.

Menurut Air New Zealand, langkah selanjutnya untuk penumpang tersebut akan ditentukan oleh otoritas Australia Barat, tempat di mana ia mendarat.

Dinas Kesehatan Australia Barat dalam sebuah pernyataan mengatakan, penumpang itu telah diangkut ke hotel karantina di Perth.

Ia akan diminta untuk mengikuti tes COVID-19.

Pernyataan itu mengatakan WHO melaporkan tidak ada kasus COVID-19 di Kepulauan Cook, jadi 'sangat tidak mungkin' penumpangnya terinfeksi.

"Penumpang yang tersisa di pesawat Penerbangan NZ175 diizinkan turun dan diproses seperti biasa," kata pernyataan itu.

Baca juga: 4 Insiden Penumpang Bikin Keributan di Pesawat, Serang Pramugari hingga Gigit Penumpang Lain

"Penggunaan APD dan pembersihan di Bandara Perth dan di pesawat saat ini adalah praktik standar. Departemen Kesehatan akan melaporkan hasil tes tersebut kepada publik," informasi dalam pernyataan tertulis.

Elizabeth Quay, Perth, Australia Barat
Elizabeth Quay, Perth, Australia Barat (Dok. Tourism Western Australia)

Tidak diperlukan tes COVID-19

Penerbangan NZ 175 dengan penumpang yang dimaksud mendarat di Perth pada Jumat (30/4/2021) pukul 13.30 waktu setempat.

Penumpang yang turun mengatakan dua pria yang mengenakan APD naik ke pesawat setelah mereka mendarat.

Para penumpang mengatakan, mereka belum dites COVID-19 atau diminta pulang dan mengisolasi diri sampai mereka memberikan hasil tes negatif.

Karen Leech, seorang penumpang pesawat mengatakan, ia diberi tahu oleh penumpang lain bahwa ada seorang pria dalam penerbangan tersebut yang baru-baru ini berada di Rarotonga tetapi tidak dikarantina di Selandia Baru seperti yang dipersyaratkan.

"Dia berhasil naik ke pesawat dari Auckland ke Perth," kata Karen pada ABC News.

Baca juga: Pramugari ini Beberkan Tingkah Aneh Penumpang Pesawat saat Terbang, Apa Saja?

Dia membenarkan bahwa saat pesawat mendarat di Perth, dua pria naik dengan APD lengkap.

"Kami tidak diberitahu apa-apa, hanya bersabar," ujar dia.

Baca juga: 10 Momen Menegangkan yang Pernah Dialami Sejumlah Pilot Selama Penerbangan

Seorang juru bicara Kepolisian Australia Barat mengatakan, penumpang telah bertemu oleh petugas pada saat kedatangan dan ditangani sebagai kedatangan perjalanan internasional di bawah pengaturan Perbatasan Terkendali.

Ini termasuk karantina di hotel selama 14 hari dan menjalani tes COVID-19 wajib dalam waktu 48 jam dan pada hari ke-12 karantina.

(TribunTravel.com/Sinta Agustina)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved