Breaking News:

Polda Bali Kerahan 1.750 Personel, Akan Tindak Tegas Pelanggar Mudik

Kepolisian Daerah (Polda) Bali siap mengerahkan 1.750 personel gabungan untuk tindak tegas pelanggar selama masa larangan mudik Lebaran 2021.

Kompas
Ilustrasi pemudik 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik Lebaran yang berlangsung pada pada tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang.

Guna mendukung kebijakan pemerintah tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Bali siap mengerahkan 1.750 personel gabungan.

Hal ini disampaikan Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra saat memberi keterangan di hadapan awak media, di Lobi Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Selasa 4 Mei 2021.

"Ada 1.750 personel gabungan dari unsur Polri dan instansi terkait lainnya yang ada di seluruh Provinsi Bali. Tentang larangan mudik menjadi concern kita untuk kita laksanakan, kita patuhi bersama untuk kesehatan dan keselamatan di Pulau Bali. Kami segenap unsur bersinergi melaksanakan sebaik-baiknya dalam Operasi Ketupat, 6-17 Mei," kata Kapolda Bali.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Polda Bali Tambah 2 Titik Pos Penyekatan

Melansir laman Tribun Bali, ribuan personel tersebut bakal ditempatkan di titik-titik strategis seperti terminal, bandara, termasuk di tujuh pos penyekatan mudik Lebaran yang tersebar di Pulau Bali pada masa Operasi Ketupat atau masa penyekatan, 6-17 Mei.

Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menegaskan, hanya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus Antar Jemput Antar Provinsi (AJSP) dengan stiker khusus dari Dinas Perhubungan yang boleh beroperasi.

Mudik lebaran lewat Jalur Tol Pejagan-Brebes
Ilustrasi - petugas berjaga di titik penyekatan selama masa larangan mudik Lebaran 2021. (Kompas.com/Kristianto Purnomo)

"Hanya bus AKAP dan AJAP dengan stiker dari Dishub yang diperbolehkan lalu-lalang mengangkut penumpang saat masa penyekatan 6-17 Mei 2021. Apabila tidak (stiker, Red), berarti travel gelap yang tidak diizinkan beroperasi dan akan ditindak," tegasnya.

Irjen Pol Putu Jayan menyampaikan, stiker khusus untuk kendaraan AKAP dan AJAP tersebut dipasang oleh Dinas Perhubungan.

Pada stiker itu terdapat barcode yang bisa di-scan untuk menyatakan sah atau tidaknya kendaraan untuk melakukan pengangkutan perjalanan bagi masyarakat di tengah pelarangan mudik.

Kapolda Bali menjelaskan, sesuai ketentuan bagi yang melakukan perjalanan harus dilengkapi dengan surat bebas Covid-19 dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang akan diverifikasi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved