TRIBUNTRAVEL.COM - Bekerja sebagai pramugari terkadang memberi dampak buruk bagi kesehatan.
Apalagi pramugari menghabiskan sebagian besar waktunya dalam penerbangan di pesawat.
Saat di pesawat inilah pramugari kerap mengalami gejal perut kembung dengan gas yang menumpuk dalam perut.
Tentunya cara terbaik untuk mengatasi keadaan semacam ini adalah dengan cara kentut.
Seperti pernyataan yang diungkapkan mantan pramugari Virgin Atlantic, Mandy Smith.
Melalui bukunya yang berjudul Cockpit Fever, Mandy mengakui kalau pramugari sering mengalami perut kembung dan kentut selama penerbangan.

Melansir laman Express.co.uk, Rabu (14/4/2021), ia menjelaskan perut kembung merupakan terkadang menjadi masalah besar bagi pramugari.
Ketika Mandy masih menjadi menjadi anggota baru di pesawat, dia pernah dipasangkan dengan seorang rekan pramugari.
Rekannya tersebut yang menjelaskan betapa mengganggunya perut kembung selama penerbangan.
Baca juga: 7 Pramugari Ini Beberkan Hal Paling Mengejutkan dari Pekerjaan Mereka
“Kamu harus terbiasa terbang selama berjam-jam dan itu akan membuat perut membengkak seperti balon," ujar rekannya.
Lebih lanjut lagi penumpang bisa saja merasa tidak nyaman dengan bau gas deri pramugari.
Dari rekan tersebut, Mandy pun mendapatkan istilah khusus yang biasa digunakan pramugari saat hendak kentut.
Istilah yang dimaksud yaitu crop dusting atau yang lebih dikenal dengan Eau de Boeing.
TONTON JUGA:
"Biarkan (kentut) keluar saat berjalan menyusur bangku penumpang," saran rekan pramugari.
"Seragam (pramugari) akan berbau kentut, kami menyebutnya Eau de Boeing," tulis Mandy dalam bukunya.
Namun, bagi sebagian pramugari juga kerap menggunakan gestur tubuh ini untuk membalas penumpang yang membuat mereka kesal.
Hal ini seperti yang diungkapkan pramugari lainnya, Amanda Pelva.
"Crop dusting (kentut) adalah sesuatu yang bau. Jika seorang penumpang bersikap sangat kasar dan sulit diberi tahu, maka pramugari bisa saja kentut melewati penumpang yang mengganggu," ujar Amanda.
Dia menambahkan bahwa dia tahu itu kekanak-kanakan tetapi itu juga sangat memuaskan.
Biarkan Tegak! Pramugari ini Ungkap Alasan Keamanan soal Kursi Pesawat yang Tak Boleh Direbahkan

Waktu penerbangan yang cukup lama kerap dimanfaatkan sebagian besar penumpang untuk sekedar bersantai atau tidur.
Dalam hal ini tentunya ada sejumlah penumpang yang berusaha merebahkan kursinya untuk mendapat posisi nyaman selama perjalanan.
Namun sayangnya pramugari sangat tidak menyarankan penumpang untuk melakukan hal demikian.
Seorang pramugari (yang tidak ingin disebut namanya) mengungkapkan sejumlah alasan agar kursi pesawat tetap pada posisi tegak.
Melansir laman Express.co.uk (14/3/2021) alasan ini berkaitan erat dengan unsur keaamanan penumpang yang bisa menyebabkan cedera.
Pramugari memiliki sejumlah aturan tersendiri termasuk satu di antaranya adala soal kursi pesawat yang harus tetap tegak.
Hal ini berarti selama penerbangan penumpang dilarang merebahkan kursi saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat.
Federal Aviation Administration (FAA) menetapkan aturan kursi tegak karena dua alasan utama.
Pertama, memudahkan untuk mengevakuasi pesawat dalam keadaan darurat jika kursinya tegak.
Hal ini didasarkan pada terbatasnya ruang kaki yang relatif kecil dalam pesawat.
Pertama, memudahkan untuk mengevakuasi pesawat dalam keadaan darurat jika kursinya tegak.
Hal ini didasarkan pada terbatasnya ruang kaki yang relatif kecil dalam pesawat.
Aturan ini juga rupanya juga berlaku untuk gorden dan sandaran tangan.
Namun, kamu tidak perlu khawatir karena aturan ini hanya berlaku selama lepas landas dan mendarat.
Kedua waktu tersebut dikenal sebagai dua bagian paling berbahaya dari penerbangan.
Memastikan kursi dalam posisi tegak pada saat itu juga mengurangi risiko wajah atau tubuh menabrak kursi di depan ketika pendaratan bergelombang.
Banyak juga yang menyarankan untuk menjaga kursi tetap tegak selama penerbangan dan membawa bantal serta selimut agar lebih nyaman.
Hal ini lantaran turbulensi dapat menyebabkan penumpang bergerak di sekitar kursi dan jika kursi sedang direbahkan, kemungkinan akan membuat kepala penumpang terbentur.
Jadi dalam kasus ini secara tidak sengaja, pemumpang dapat mengalami cedera pada bagian kepala.
Selain resiko cedera, merebahkan kursi sering kali dapat mengganggu penumpang di belakang.
Tanpa diketahui kamu telah membatasi ruang kaki mereka, pandangan jadi terbatas dari televisi apalagi jika penerbangan butuh waktu yang panjang.
"Ruang kaki pesawat sangat terbatas dan tidak ada yang mau duduk dengan kursi yang bersandar penuh di dekat wajah penumpang lain selama penerbangan," ujar seorang pramugari di forum Reddit.
"Menjaganya (kursi tegak) akan membuat penerbangan lebih menyenangkan bagi semua penumpang," lanjutnya.
"Cukup bawa bantal atau selimut untuk diletakkan di belakang kepala atau cari tempat duduk dekat jendela," tuturnya.
Baca juga: Pramugari Ungkap Tempat Rahasia di Pesawat yang Tak Banyak Diketahui Penumpang
Baca juga: Pramugari ini Beberkan Tingkah Aneh Penumpang Pesawat saat Terbang, Apa Saja?
Baca juga: Pramugari ini Anjurkan Penumpang Agar Tidak Bersandar di Jendela Pesawat, Mangapa?
Baca juga: Viral VIDEO Pramugari Joget Senang Setelah 2 Penumpang Tanpa Masker Diturunkan dari Pesawat
Baca juga: Pramugari ini Gunakan Kode Rahasia saat Bertugas Jika Bertemu Penumpang yang Disukai
(TribunTravel/Zainiya Abidatun Nisa')
Baca selengkapnya soal pramugari di sini