Breaking News:

Dirayakan Umat Hindu di Bali, Ini Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Hari Raya Galungan dan Kuningan yang dirayakan umat Hindu di Bali kerap diartikan sama.

Editor: Sinta Agustina
Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Sabtu (5/1/2019). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan) yang diperingati dengan melakukan persembahyangan bersama di setiap pura di Bali. 

Biasanya, orang akan mengucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Hari Raya Kuningan secara bersamaan pada hari Galungan.

Namun, bagi Pitana, ia lebih memilih untuk memisahkan pengucapan selamat tersebut.

"Kalau saya lebih sering memisahkannya, karena jarak 10 hari. Sekarang kita sebutkan Selamat Hari Raya Galungan, 10 hari kemudian kita sebutkan Selamat Hari Raya Kuningan, seperti itu," ujar dia.

Hari Raya Kuningan juga tak terlalu dirayakan dengan meriah oleh umat Hindu di Bali.

Puncak perayaan tetap ada di Hari Suci Galungan.

Oleh karena itu, wajar apabila hari Kuningan digelar secara sederhana oleh umat Hindu di Bali maupun di daerah lainnya.

"Kuningan itu kecil. Biasalah, misalnya seperti kita upacara di kantor, dibuka oleh menteri, ditutup pak Lurah, misalnya. Jadi pembukaannya besar, penutupannya sekadarnya saja," tutup Pitana.

Baca juga: 10 Fakta Hari Raya Galungan, Termasuk Berbagai Prosesi Sebelum dan Sesudah Galungan

Baca juga: 8 Kuliner Khas Bali yang Dihidangkan saat Perayaan Galungan

Baca juga: Makna Tradisi Nglawar dalam Perayaan Galungan Masyarakat Bali

Baca juga: 7 Tradisi yang Dilakukan Umat Hindu di Bali Saat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Baca juga: 3 Tips Liburan di Bali Saat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Berita lain tentang Hari Raya Galungan

Berita lain tentang Hari Raya Kuningan

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved