Breaking News:

Bebek Karet Bantu Ilmuwan Petakan Lautan? Ini Fakta di Baliknya

Tahukah kamu bahwa bebek karet tidak cuma jadi mainan yang menemani saat mandi saja, tapi juga bantu ilmuwan petakan lautan.

Couleur /Pixabay
Bebek karet yang lakukan perjalanan di perairan 

Dengan mempelajari rute pelampung ini, Ebbesmeyer dan Ingraham mengembangkan model arus laut dan dari model ini mereka memprediksi dengan tepat di mana dan kapan bebek kuning ini akan terdampar.

Model Ebbesmeyer dan Ingraham dengan tepat memprediksi pendaratan mainan di negara bagian Washington pada tahun 1996.

Mereka berteori bahwa setelah kemunculan pertama mereka di Alaska, mainan karet itu telah melakukan perjalanan ke Jepang, kembali ke Alaska, dan kemudian ke utara melalui Selat Bering dan terjebak di bongkahan es Arktik.

Mereka bergerak perlahan dengan es melintasi Kutub membutuhkan waktu lima sampai enam tahun sampai mereka mencapai Atlantik Utara.

Ketika es mencair, mainan karet itu dilepaskan dan dari sana arus laut membawa mereka ke pantai timur Amerika Serikat dan ke pantai Inggris.

Hampir tiga dekade kemudian, mainan karet itu masih berputar-putar di lautan, kadang-kadang terdampar di pantai yang jauh di mana mereka langsung menjadi barang berharga, beberapa dilaporkan memiliki harga mencapai USD 1.000.
Bebek dan berang-berang karet yang ditemukan telah berubah warna menjadi putih, tetapi masih utuh.

Mainan Penyu dan katak karet masih memiliki warna aslinya.

Laju degradasi yang lambat membuktikan bahwa polusi plastik secara efektif tidak bisa dihancurkan, dan semua sampah plastik yang kita buang ke laut dan samudra akan ada selama berabad-abad yang akan datang.

Selama beberapa dekade, Ebbesmeyer dan Ingraham telah melacak banyak tumpahan serupa, seperti tumpahan Lego tahun 1997 di mana jutaan potongan Lego jatuh ke laut di lepas pantai Cornwall.
Potongan-potongan Lego tersebut telah melayang sejauh 62.000 mil sejak saat itu.
Ebbesmeyer dan Ingraham berharap memiliki banyak kesempatan untuk mempelajari arus laut di masa depan.

Survei tahun 2011 oleh World Shipping Council memperkirakan rata-rata 675 kontainer hilang di laut setiap tahun antara 2008-2010.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved