Breaking News:

Bebek Karet Bantu Ilmuwan Petakan Lautan? Ini Fakta di Baliknya

Tahukah kamu bahwa bebek karet tidak cuma jadi mainan yang menemani saat mandi saja, tapi juga bantu ilmuwan petakan lautan.

Couleur /Pixabay
Bebek karet yang lakukan perjalanan di perairan 

Metode standar untuk melacak arus laut adalah dengan melepaskan botol apung, lima ratus hingga seribu sekaligus, dan memetakan pergerakannya.

Biasanya dalam eksperimen semacam itu, 98 persen dari semua floater hilang, jadi para peneliti berharap hanya menemukan sekitar 10 atau 20 botol.

Tapi di sini ada 29.000 mainan plastik yang mudah dikenali, melayang di lautan dan semuanya terlepas dari satu tempat.
Itu adalah kesempatan yang tidak bisa dilewatkan oleh Ebbesmeyer dan Ingraham.

Ini bukan pertama kalinya Ebbesmeyer dan Ingraham mengubah tumpahan di tengah samudra menjadi eksperimen oseanografi.

Tiga tahun sebelumnya, sebuah kapal barang yang menuju ke timur terjebak dalam badai lima ratus mil di selatan Semenanjung Alaska, dan beberapa kontainer telah tenggelam, termasuk pengiriman delapan puluh ribu sepatu Nike.

Ketika sepatu kets mulai menyebar di sepanjang Pulau Vancouver lima bulan kemudian, Ebbesmeyer dan Ingraham menggunakan informasi dari para penjelajah pantai dan merekonstruksi rute dari sekira dua ratus sepatu.

Ketika kedua ilmuwan mengetahui tentang tumpahan bebek karet di Pasifik Utara, mereka memperingatkan jaringan global penjelajah pantai untuk mengawasi mainan plastik yang mengilap itu.

Sepuluh bulan setelah insiden itu, bebek karet pertama mulai terdampar di sepanjang Pantai Alaska, 2.000 mil dari tempat mereka jatuh.

Pada Agustus 1993, sekitar 400 di antaranya ditemukan di hamparan garis pantai sepanjang 850 km di sepanjang pantai timur Teluk Alaska.

Selama beberapa tahun berikutnya, mainan plastik ini ditemukan di berbagai lokasi di seluruh dunia, dari pulau-pulau di Skotlandia hingga Newfoundland, Australia Timur hingga Tacoma, dan di sepanjang pantai Hawaii dan Jepang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Rizky Tyas Febriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved