Breaking News:

Ramadan 2021

Pelaksanaan Sadranan di Keraton Kartasura, Tradisi Jelang Ramadan yang Ada Sejak 1945

Menjelang Ramadan, masyarakat Kartasura, Sukoharjo menggelar tradisi sadranan dengan berziarah ke makam keluarga atau leluhur.

Instagram/@infojogja.co
Ilustrasi - tradisi sadranan dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadan dengan berziarah ke makam keluarga atau leluhur. 

Lalu muncul Undang-undang Cagar Budaya pada 2010, yang melarang adanya pemakaman di Keraton Kartasura.

Surya mengatakan, tradisi sadranan tahun ini berbeda dengan sadranan tahun-tahun sebelumnya.

"Sadranan dulunya dilakukan di bangsal petilasan Keraton Kartasura. Harinya Kamis ketiga bulan ruah, jamnya setelah Azar," ujar Surya.

"Mulai tahun ini ada perubahan. Karena dicari hari libur, dan jamnya pagi untuk antisipasi cuaca buruk," jelasnya.

Pada sadranan tahun ini sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam Greget Kartasura melakukan sadranan bersama di bekas Keraton Kartasura.

Lewat tradisi sadranan, diharapkan bisa mengangkat dan mengenal Keraton Kartasura.

Selama ini Keraton Kartasura lebih dikenal sebagai pemakaman bukan sebagai bekas kerajaan, padahal bisa untuk wisata sejarah.

Sementara itu kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandasari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng menambahkan tradisi sadranan harus dilestarikan dan dimunculkan kembali.

"Ini warga biar tahu kalau di sini pernah berdiri Keraton Kartasura. Tradisi ini sangat bagus, apalagi perawatan rutin dilakukan, bahkan sekarang sudah ada petugas BPCB yang tugas di sini," tuturnya.

Gusti Moeng menegaskan, bagi Keraton Kasunanan Surakarta di sini ada leluhur yakni Nyai Sedah Mirah yang dimakamkan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved