Breaking News:

Puluhan Orang yang Memasuki Kanada Ditangkap karena Gunakan Hasil Tes Covid-19 Palsu

Setidaknya 30 orang telah tertangkap memasuki Kanada dengan hasil tes Covid-19 negatif palsu.

Flickr.com/camera30f
Ilustrasi - Sejauh ini Kanada telah menangkap setidaknya 30 orang yang mencoba masuk perbatasan dengan hasil tes Covid-19 palsu. 

RIBUINTRAVEL.COM - Setidaknya 30 orang telah tertangkap memasuki Kanada dengan hasil tes Covid-19 negatif palsu.

Kanada mewajibkan semua orang yang memasuki negara itu untuk mengikuti tes molekuler Covid-19.

Namun, pihak berwenang Kanada memiliki alasan untuk meyakini setidaknya 30 orang telah menggunakan dokumen palsu untuk memasuki negara itu sejak 7 Januari 2021 lalu.

Melansir laman Simple Flying, hasil tes Covid-19 negatif telah diwajibkan di seluruh dunia sebagai syarat masuk perbatasan negara selama setahun terakhir.

Baca juga: Kapal Pesiar Dilarang Berlayar di Perairan Kanada hingga 2022, Begini Penjelasannya

Namun, Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA) telah mengkonfirmasi bahwa setidaknya 30 orang telah mencoba memasuki Kanada dengan menggunakan dokumen palsu, karena tidak mengikuti tes.

Sejak 7 Januari 2021, 10 orang telah dihentikan di bandara Kanada karena membawa dokumen palsu.

Persyaratan yang sama telah diberlakukan untuk perbatasan darat dengan Amerika sejak 15 Februari 2021.

Ilustrasi pengujian Covid-19
Ilustrasi pengujian Covid-19 (Flickr/ Marco Verch Professional Photographer)

Sejak tanggal tersebut, setidaknya 20 orang telah mencoba melintasi perbatasan dengan menggunakan hasil tes palsu.

Dalam sebuah pernyataan, CBSA mengatakan:

"CBSA mengetahui bahwa hasil tes penipuan Covid-19 sedang diproduksi dan bahwa beberapa pelancong mungkin mencoba menggunakan dokumentasi palsu tersebut ketika ingin masuk ke Kanada.

CBSA bekerja sama dengan mitra domestik dan internasional untuk mendeteksi dan mencegat dokumen tersebut sedini mungkin dalam rangkaian perjalanan.

CBSA juga bekerja sama dengan Transport Canada (TC), yang hubungannya dengan maskapai penerbangan adalah kunci dalam mengidentifikasi dokumen yang dicurigai sebelum pelancong mendarat di tanah Kanada melalui moda transportasi udara."

CBSA mengatakan lebih dari 99 persen orang yang tiba di Kanada melalui udara dan melintasi perbatasan darat memenuhi syarat dokume dengan benar.

Namun, masih ada risiko beberapa orang lolos dari aturan tersebut.

Hukuman untuk Dokumen Palsu

Transport Canada mengeluarkan dua denda sebesar Rp 114 juta dan Rp 80 juta pada Februari lalu untuk dua penumpang yang dinyatakan positif sebelum terbang dari Cancun, Meksiko, ke Montreal.

Kedua penumpang itu mencoba memasuki Kanada dengan hasil tes palsu, tetapi akhirnya ditangkap.

Menurut Undang-Undang Karantina Kanada, siapa pun yang tertangkap dengan hasil tes palsu dapat didenda hingga Rp 8,6 miliar dan enam bulan penjara.

Jika seorang penumpang menularkan virus saat berada di Kanada, setelah menggunakan dokumen palsu untuk memasuki negara itu, mereka dapat didenda Rp 11 miliar dan tiga tahun penjara.

Baca juga: Beruang Kutub Ini Dipromosikan Jadi Kopral Master Kehormatan oleh Angkatan Darat Kanada

Baca juga: Hiu Putih Raksasa Berjuluk Ratu Samudra Seberat 1,6 Ton Ditemukan di Kanada

Baca juga: Dampak Covid-19, Dua Panda di Kebun Binatang Kanada Tak Bisa Pulang ke China

Baca juga: Fakta Unik Spotted Lake, Danau Polkadot di Kanada yang Dianggap Suci Bangsa Okanagan

Baca juga: Fakta Unik Big Lonely Doug, Pohon Raksasa Kesepian di British Columbia, Kanada

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved