Breaking News:

Urban Sun, Teknologi yang Digadang Bisa Membunuh Virus Corona di Ruang Publik

Urban Sun merupakan lampu yang dikatakan dapat dengan aman membersihkan virus corona hingga 99,9 persen dari permukaan umum dan di udara.

Youtube/ Dezeen
Urban Sun merupakan lampu yang dikatakan dapat dengan aman membersihkan virus corona hingga 99,9 persen dari permukaan umum dan di udara dalam sekejap mata. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Studio Roosegaarde ingin menyelamatkan ruang publik dengan bantuan teknologi baru yang memanfaatkan sinar matahari.

Pada bulan Maret ini, perusahaan desain dari Belanda tersebut meluncurkan Urban Sun.

Melansir laman Travel + Leisure, Urban Sun merupakan lampu yang dikatakan dapat dengan aman membersihkan virus corona hingga 99,9 persen dari permukaan umum dan di udara dalam sekejap mata.

"Kami dapat membuat sebuah tempat bebas virus hingga 99,9 persen dalam beberapa menit, tergantung pada cuaca dan lokasi, sehingga kemungkinan jatuh sakit atau saling menularkan sangat berkurang," pendiri studio Daan Roosegaarde mengatakan kepada Dezeen.

Baca juga: China Kembangkan Smart City yang Dikendalikan Teknologi Canggih, Bisa Kenali Kebiasaan Warga

Proyek teknologi ini dikembangkan oleh ilmuwan dan peneliti dari Amerika Serikat, Jepang, Italia, dan Belanda.

Menurut perusahaan tersebut, Urban Sun menggunakan far-UVC, sejenis sinar ultraviolet yang memiliki kemampuan untuk membunuh virus tanpa menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia.

Cahaya dapat digunakan untuk menyinari lingkaran besar ke ruang publik, termasuk stasiun kereta, sekolah, dan lapangan umum.

Urban Sun merupakan lampu yang dikatakan dapat dengan aman membersihkan virus corona hingga 99,9 persen dari permukaan umum dan di udara dalam sekejap mata.
Urban Sun merupakan lampu yang dikatakan dapat dengan aman membersihkan virus corona hingga 99,9 persen dari permukaan umum dan di udara dalam sekejap mata. (Youtube/ Dezeen)

"Tujuannya bukan untuk mengatakan bahwa kami tidak membutuhkan vaksin atau bahwa kami tidak membutuhkan masker," tambah Roosegaarde.

"Urban Sun tidak menyembuhkan virus corona, tetapi memungkinkan pertemuan sosial menjadi lebih aman," tambahnya.

Jet Bussemaker, Presiden Dewan Kesehatan Masyarakat dan Dewan Masyarakat, badan penasihat parlemen independen Belanda, memuji proyek tersebut.

Ia mengatakan, "ini menginspirasi. Orang-orang bosan dengan Covid-19. Yang kita butuhkan adalah keberanian untuk menemukan solusi baru, untuk berhubungan satu sama lain, dan menciptakan keintiman. Itulah yang dilakukan Urban Sun."

Meskipun teknologinya mungkin tampak tidak masuk akal, sebenarnya sudah dalam pengembangan untuk digunakan di dalam ruangan, menurut Dezeen.

Perusahaan seperti Boeing ingin menggunakan teknologi ini untuk membersihkan kabin dalam hitungan menit, sehingga memungkinkan perjalanan yang lebih aman bagi semua penumpang.

"Tiba-tiba dunia kita dipenuhi dengan penghalang plastik dan stiker berjarak. Mari kita menjadi arsitek normal baru kita dan menciptakan tempat yang lebih baik untuk bertemu," kata Roosegaarde.

Antisipasi COVID-19, Etihad Airways Siapkan Teknologi Pendeteksi Gejala Medis di Bandara

Virus corona (covid-19) memiliki dampak yang cukup besar pada penurunan jumlah penerbangan global.

Menindaklanjuti hal tersebut, Etihad Airways mengambil satu langkah untuk mengantisipasi wabah ini agar tidak terulang kembali.

Maskapai yang berbasis di Abu Dhabi tersebut akan menggunakan teknologi terbaru untuk mendeteksi gejala medis pada para calon penumpang.

Dilansir TribunTravel dari laman Forbes, seiring dengan penurunan permintaan perjalanan yang cukup drastis dalam dunia penerbangan, Etihad Airways telah membatalkan seluruh penerbangan di Abu Dhabi.

Namun ketika maskapai siap untuk kembali beroperasi, akan ada teknologi baru di bandara.

Teknologi tersebut berguna untuk memeriksa penumpang dengan gejala-gejala medis termasuk gejala awal covid-19.

Diproduksi oleh perusahaan asal Australia, Elenium Automation, alat ini berfungsi untuk mengecek suhu badan, detak jantung, dan sistem pernapasan para calon penumpang.

Nantinya, teknologi tersebut akan ditempatkan di beberapa titik seperti tempat check-in bandara, bag drop, gerbang keamanan dan pemeriksaan imigrasi.

Etihad Airways Airbus A330-243
Etihad Airways Airbus A330-243 (Instagram/ @Oliver Holzbauer)

Jika alat itu mendeteksi suatu gejala yang telah ditetapkan, maka pihak bandara akan menangguhkan proses keberangkatan penumpang.

Penumpang akan dialihkan ke staf yang akan melakukan penilaian dan mengurusi perjalanan.

Jorg Ippermann, perwakilan dari Etihad Airways mengatakan, "teknologi ini tidak dirancang atau bertujuan untuk mendiagnosa kondisi medis para penumpang. Ini adalah indikator peringatan awal yang akan membantu mendeteksi penumpang dengan gejala umum sehingga bisa dinilai oleh para ahli medis."

"Teknologi ini memiliki potensi untuk mencegah beberapa kondisi yang memungkinkan untuk menyebar pada penumpang lain dalam penerbangan," tambahnya.

Jorg yakin bahwa teknologi ini tidak hanya membantu saat wabah covid-19, namun juga untuk kemajuan industri penerbangan pada masa depan.

"Langkah yang diambil Etihad ini sebagai upaya untuk memastikan bahwa wabah virus di masa depan tidak menimbulkan efek buruk yang sama pada industri penerbangan global seperti saat ini," katanya.

Maskapai Etihad Airways berencana untuk melakukan uji coba teknologi itu di Bandara Abu Dhabi mulai akhir April dan pada Mei 2020 dengan para relawan.

Baca juga: Hindari Kontak Langsung, Emirates Gunakan Teknologi Pemeriksaan Biometrik

Baca juga: Bandara Heathrow London Luncurkan Teknologi Tes Swab Baru, Hasilnya Bisa Diketahui Kurang dari 1 Jam

Baca juga: NovaRover, Robot Berteknologi Tinggi yang Digunakan United Airlines untuk Membersihkan Kabin

Baca juga: Kurangi Limbah Makanan di Pesawat, Etihad Akan Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan

Baca juga: 3 Teknologi Canggih yang Diprediksi Akan Hadir di Bandara Tahun 2030

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Abdul Haerah HR
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved