Breaking News:

Tolak Pakai Masker dan Sengaja Meninju Pramugari, Penumpang Ini Hadapi Hukuman Denda Rp 390 Juta

Penumpang maskapai Delta Air Lines hadapi hukuman denda sebesar Rp 390 juta akibat tindakannya yang tolak pakai masker dan menyerang pramugari.

Dok. Pribadi Molly Choma
Ilustrasi pramugari dan suasana pesawat di masa pandemi Covid-19. - Seorang penumpang hadapi denda sebesar Rp 390 juta akibat menolak mengenakan masker, lalu menyerang pramugari dengan menonjok mata kirinya. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang penumpang maskapai Delta Air Lines kini sedang menghadapi hukuman denda sebesar 27.500 dolar atau sekira Rp 390 juta akibat tindakannya yang menyerang pramugari dalam sebuah penerbangan.

Penumpang tersebut bersitegang dengan pramugari karena peraturan wajib mengenakan masker di pesawat.

Federal Aviation Administration (FAA) atau lembaga regulator penerbangan sipil Amerika Serikat (AS) mengatakan, insiden itu terjadi dalam penerbangan dari Miami ke Atlanta pada 19 Oktober 2020.

Penumpang yang tak disebutkan namanya itu bepergian dengan seseorang yang menolak mengenakan masker, mengencangkan sabuk pengaman dan juga menolak meletakkan meja nampan di depannya.

Akibat peristiwa ini, penerbangan tersebut terpaksa berputar balik dan kedua penumpang tersebut diminta untuk turun secara sukarela dari pesawat.

"Sebagai tanggapan, penumpang yang menemani pelancong itu tidak mematuhi dan mengabaikan instruksi pramugari, ia mulai meneriakkan kata-kata kasar kepada pramugari dan penumpang lainnya dan memukul mata kiri pramugari tersebut," kata FAA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari fox10phoenix.com.

Baca juga: Diam-diam Kencan dengan Tunangan saat Karantina, Pria Ini Dihukum Penjara dan Denda Rp 10 Juta

Ilustrasi pramugari sedang memberi safety instructions kepada penumpang.
Ilustrasi pramugari sedang memberi safety instructions kepada penumpang. (Flickr/ Bernal Saborio)

Penumpang memiliki waktu 30 hari untuk merespons, kata FAA.

Mereka tidak akan dibeda-bedakan dalam menghadapi hukuman sipil.

Insiden bulan Oktober 2020 yang terjadi dalam sebuah penerbangan ini terekam dalam sebuah video yang diabadikan oleh seorang penumpang.

Pada saat itu, Delta Air Lines mengeluarkan pernyataan kepada FOX 35 yang berbunyi "keselamatan penumpang dan kru adalah prioritas tertinggi perusahaan kami."

"Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan karyawan dan pelanggan kami," kata Delta Air Lines.

"Kami tidak akan mentolerir kekerasan dalam bentuk apapun dan situasi ini sedang diselidiki."

"Itulah sebabnya dua penumpang yang tak mematuhi instruksi keselamatan oleh awak kabin diminta untuk turun dari pesawat tahun 1997, malam ini."

"Kami memohon maaf kepada para penumpang lainnya atas keterlambatan penerbangan yang terjadi," tulis Delta Air Lines dalam sebuah pernyataan, sesaat setelah insiden tersebut terjadi.

TONTON JUGA:

Pada bulan Januari, FAA menerapkan kebijakan yang lebih ketat pada perilaku nakal orang-orang.

Kebijakan ini diambil setelah anggota parlemen dilecehkan dalam penerbangan selama pemilihan presiden AS, kekerasan di Capitol AS, dan penumpang yang tidak mematuhi persyaratan masker terkait pandemi.

Pada saat itu, FAA mengatakan telah melihat adanya peningkatan insiden yang mengganggu, di mana penumpang maskapai penerbangan telah mengganggu penerbangan dengan perilaku mengancam atau kekerasan.

"Administrator FAA, Steve Dickson menandatangani kebijakan yang memerintahkan badan tersebut untuk mengambil tindakan tegas terhadap setiap penumpang yang mengganggu atau mengancam keselamatan penerbangan dengan hukuman mulai dari denda hingga hukuman penjara. Tidak ada peringatan!," bunyi sebuah tweet oleh FAA pada 13 Januari 2021.

Senator Mmitt Romney, R-Utah, termasuk di antara mereka yang dicela oleh para pendukung Donald Trump dalam penerbangan dari Salt Lake City ke Washington DC, tepat sebelum pemberontakan yang mematikan pada 6 Januari di Capitol AS oleh gerombolan pendukung Trump.

Sebuah video yang diposting pada 5 Januari 2021 menunjukkan seorang wanita berjalan ke Romney saat dia sedang bekerja di bandara dan kemudian menyebutnya sebagai "rasa malu yang menjijikan."

Dalam video tersebut juga ada sebuah klip yang menunjukkan orang-orang di pesawat meneriakkan kata "pengkhianat" pada Romney di pesawat.

Delta Air Lines
Delta Air Lines (News.com.au)

Bulan lalu, Delta Air Lines mengonfirmasi bahwa mereka memiliki hampir 900 orang dalam daftar hitam yang tak boleh terbang bersama mereka.

Orang-orang dalam daftar tersebut diblacklist karena melanggar kebijakan maskapai tersebut.

Undang-undang federal melarang penumpang untuk menyerang secara fisik atau mengancam untuk menyerang secara fisik awak atau siapa pun di dalam pesawat, kata FAA.

Jika mereka nekat melanggar peraturan ini, maka akan menghadapi denda sebesar 35.000 dolar (sekira Rp 500 juta) atau hukuman penjara.

Baca juga: Boeing Terkena Denda Sebesar Rp 94 Miliar dari FAA, Ini Penyebabnya

Baca juga: Pria Ini Didenda Rp 2,1 Miliar karena Palsukan ID Kru Maskapai Agar Bisa Terbang Gratis

Baca juga: Sering Dapat Perlakuan Tak Adil dari Pilot, Mantan Pramugari Ini Ungkap Caranya Balas Dendam

Baca juga: Pramugari ini Ungkap Rahasia yang Tidak Boleh Dilakukan Penumpang di Pesawat

Baca juga: Viral di Medsos, Pramugari Ingatkan Penumpang Jangan Pernah Pesan dan Minum Minuman Ini di Pesawat

Ikuti kami di
Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved