Breaking News:

TRIBUNTRAVEL UPDATE

TRAVEL UPDATE: Tradisi Unik Masyarakat Lombok untuk Jaga Kelestarian Gunung Rinjani

Demi menjaga kelestarian alam di kawasan tersebut, masyarakat Lombok memiliki tradisi khusus yang disebut dengan ngasuh gunung.

Instagram/ @tersianasiana
Segara Anak Gunung Rinjani 

Besaran uang disepakati dalam musyawarah adat.

Uang tersebut untuk membeli kerbau yang menjadi syarat utama digelarnya ritual.

Meski merupakan acara adat, semua prosesi dan tahapan ‘ngasuh gunung’ kental dengan syariat Islam.

Mulai dari prosesi penyembelihan hewan kurban, memasak, dan doa-doa, semua sesuai ajaran-ajaran Islam.

Bahkan, sebelum hewan-hewan disembelih, mereka dimuliakan dengan doa-doa.

Dimulai dengan bacaan basmalah, serta pisau yang digunakan tajam dan selalu bersih.

Ritual tersebut merupakan wujud nyata perpaduan tradisi masyarakat lokal dengan pengaruh ajaran Islam.

Warga yang tinggal di kampung tradisional ini hanya para keturunan dan keluarga Amaq Lokak Senaru.

Amaq Lokak Senaru merupakan tokoh yang bertugas sebagai pengasuh dan penjaga atau tetua kampung, yang secara khusus menjaga keseimbangan alam di wilayahnya.

Misalnya, Amaq Lokak Senaru bertanggungjawab menjaga kelestarian alam di wilayah Senaru.

Amaq Lokak ini dipilih dari garis keturunan dan kriteria lain, salah satunya sehat, tidak cacat fisik, cukup usia, dan garis keturunan.

Selain Amaq Lokak, dalam masyarakat adat di Bayan juga dikenal pembekel atau koordinator semua pranata adat di wilayahnya.

Ada pula pande dan wali gumi, yang bertugas merencanakan semua acara, baik ritual maupun kegiatan penjagaan dan pelestarian di wilayahnya.

Dikenal pula sebagai toak turun atau sesepuh adat yang dihormati.

Letak Kampung Tradisional

Kampung tradisional Senaru berada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Kampung ini terletak di kaki Gunung Rinjani dan menjadi salah satu pintu pendakian.

Berada di atas ketinggian 601 mdpl, kampung berlokasi sekira 50 meter dari kantor pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani.

Jika berangkat dari Kota Mataram, jaraknya sekira 83 kilimeter dengan waktu tempuh 2 jam lebih.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Pusuk Pas, Tempat Berburu Durian di Lombok yang Tawarkan Pesona Alam Memukau

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Berburu Sate Rembiga, Kuliner Khas Lombok Berbahan Dasar Sapi Liar

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Mencicipi Lezatnya Sate Bulayak, Kuliner Khas Lombok yang Menggoyang Lidah

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Berwisata Sembari Belajar Sejarah di Taman Mayura Lombok

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Bersantai Sejenak di Panyawangan Resto Lombok, Tempat Makan dengan Pesona Perbukitan

(TribunTravel.com/Mym)

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved