Breaking News:

Lakukan Perjalanan dari Zona Merah, 4 Penumpang Ini Bohongi Petugas dan Kena Denda Rp 252 juta

Sebuah kebohongan telah menyebabkan empat penumpang yang terbang ke Inggris menghadapi denda masing-masing 17.900 dolar AS (Rp 252 juta).

goodnews.ee
Ilustrasi - Penumpang pesawat. 

Tidak jelas di negara mana penumpang itu berada, tetapi dapat dipahami bahwa mereka masing-masing didenda secara individual.

Perjalanan Zona Merah yang dimaksud adalah termasuk Portugal, Brasil dan Afrika Selatan.

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan pekan lalu, "Orang yang melanggar aturan ini menempatkan kita semua dalam risiko. Kami juga menindak tegas orang-orang yang memberikan informasi palsu di formulir penumpang."

"Siapapun yang berada di formulir penumpang dan mencoba menyembunyikan bahwa mereka pernah berada di negara yang masuk Zona Merah dalam 10 hari sebelum tiba di sini, akan menghadapi hukuman penjara hingga 10 tahun," ungkapnya.

Bandara Birmingham adalah satu dari lima bandara di Inggris, di mana penumpang yang ingin memasuki Inggris harus melakukan karantina mandiri di hotel.

Penumpang harus membayar 1.750 dolar AS (Rp 24,6 juta) untuk masa inap 10 hari mereka yang termasuk biaya hotel, transportasi dari bandara dan tes uji COVID-19.

Jika penumpang meninggalkan hotel karantina sebelum 10 hari, maka mereka akan dikenai denda 8.965 dolar AS (Rp 126 juta) dan maksimal 17.900 dolar AS (Rp 252 juta).

Pelancong harus tetap berada di kamar dan tidak boleh bertemu dengan orang lain.

Tonton juga:

Mereka juga akan dites pada hari kedua dan kedelapan dari masa isolasi, dan jika dinyatakan positif, maka akan dipaksa untuk memperpanjang masa karantina hingga delapan hari kedepan dengan biaya tambahan 269 dolar AS (Rp 3,7 juta) per malam.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved