Breaking News:

Arkeolog Temukan Bukti Bahwa Stonehenge Pertama Kali Didirikan di Wales

Penemuan baru-baru ini mungkin menjadi titik terang bagi para ilmuwan untuk mengungkap asal-usul Stonehenge di Inggris.

Flickr/ thegarethwiscombe
Stonehenge, situs prasejarah di Inggris. 

Lingkaran batu besar yang sekarang disebut henges mulai muncul di beberapa tempat di dunia.

Sebut saja Inggris, Jerman, Polandia, Israel, dan Suriah.

Tujuan pendirian lingkaran monumental itu masih diperdebatkan sampai sekarang.

Namun ada satu persamaan di antara situs-situs pra sejarah ini.

Dilansir TribunTravel dari laman thevintagenews.com, bukan menjadi rahasia lagi jika Stonehenge, digunakan untuk penguburan.

Penemuan paling baru di Pommelte, Jerman bernama Ringheiligtum Pömmelte, mengandung bukti pengorbanan manusia yang brutal, atau bisa dikatakan kuburan massal yang berisi wanita dan anak-anak.

Para arkeolog telah menemukan kerangka banyak orang yang diikat, dipukuli dan terluka, dan dikubur di samping tulang-belulang binatang, senjata dan barang-barang rumah tangga di bawah batu-batu di Pömmelte yang dijuluki Woodhenge.

Mayat-mayat itu tampaknya telah dibuang atau didorong masuk ke lubang-lubang.

Tak adanya laki-laki dewasa yang menjadi korban semakin menguatkan pendapat arkeolog André Spatzier dari Kantor Negara untuk Pelestarian Monumen Bersejarah di Baden-Württemberg jika jasad-jasad itu dikorbankan.

Meski diakui tidak semua situs Stonehenge di dunia berisi mayat-mayat di bawahnya, tapi kebanyakan dipenuhi sisa-sisa orang yang meninggal karena penyebab alami.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Abdul Haerah HR
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved