Breaking News:

Mengikat Akar Pohon Beringin, Tradisi Unik yang Dilakukan Pengunjung di Makam Loang Baloq

Masyarakat Lombok punya tradisi unik saat melakukan ziarah ke Makam Loang Baloq, yakni mengikat akar pohon beringin.

Instagram/@ennerna0101
Makam Loang Baloq, salah satu destinasi religi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Masyarakat Lombok punya tradisi unik saat melakukan ziarah ke Makam Loang Baloq, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jika kamu pernah berkunjung ke Mataram dan jalan-jalan ke Pantai Tanjung Karang, lokasi makam berada tepat di seberangnya.

Makam Loang Baloq menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ada di Kota Mataram, NTB.

Masyarakat tradisional Lombok yang ada di sana kerap mendatangi makam untuk berziarah disertai dengan berdoa.

Ada pula tempat khusus bagi para peziarah untuk melakukan zikir setelah mengunjungi makam.

Di area Makam Loang Baloq, terdapat pohon beringin yang cukup besar dan dipenuhi dengan akar yang menjulur.

Baca juga: Makam Prajurit Terakota China dan 4 Tempat Paling Misterius di Dunia

Nah, pohon beringin inilah yang menjadi letak keunikan dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Sebab, para pengunjung biasanya mengikat akar pohon beringin disertai dengan doa setelah selesai melakukan ziarah.

Menurut laporan jurnalis TribunLombok, Sirtupillaili, biasanya yang datang dan mengikat akar adalah para pasangan.

"Ketika ingin punya hajat untuk menikah, mereka pasti mengikat akar disini. Itu tradisinya," katanya.

Selain itu, ada pula waktu-waktu tertentu bagi para pengunjung untuk mengikat akar pohon beringin di Makam Loang Baloq.

"Pada hari-hari tertentu misalnya saat musim haji atau satu minggu setelah Idul Fitri, makam ini biasanya penuh dengan peziarah," ungkap Sirtupillaili.

"Warga biasnaya membawa makanan atau sajian dari rumahnya, kemudian makan bersama di kawasan ini," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa tidak semua peziarah yang mengikat akar pohon di Makam Loang Baloq.

Ada pula pengunjung yang datang untuk berziarah, berzikir, makan bersama, dan rekreasi di kawasan yang ada di sebelah barat Makam Loang Baloq.

"Hanya beberapa orang yang punya nazar, karena ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun," ujar Sirtupillaili.

"Setelah mengunjungi makam ini kemudian mengikat akar pohon dengan nazar tertentu, termasuk dengan pasangan atau calon istri misalnya," katanya.

Para pengunjung baru akan membuka lagi ikatan akar pohon beringin jika telah menikah di kemudian hari.

Sejarah Singkat Makam Loang Baloq

Sampai saat ini belum ada riset spesifik dilakukan terkait dengan sejarah Makam Loang Baloq, menurut Situs.

Namun, dari cerita turun-temurun, kawasan tersebut adalah salah satu makam ulama besar yang datang dari Timur Tengah.

Pada zaman dahulu, ulama tersebut diyakini berjasa dalam penyebaran ajaran Islam pertama kali di Pulau Lombok.

Oleh karena itu, banyak warga dari berbagai daerah yang datang untuk berziarah ke Makam Loang Baloq.

"Masyarakat datang ke Makam Loang Baloq karena percaya bahwa di sinilah makam Wali yang mereka yakini kealimannya, dan bisa menjadi perantara ketika berdoa di sini akan lebih dekat dengannya," jelas Sirtupillaili.

Baca juga: Makam Wong Kalang di Blora Berpotensi Dijadikan Wisata Budaya

Baca juga: Setelah 5.000 Tahun, Makam Penguin Kuno Ditemukan karena Efek Pemanasan Global

Baca juga: 7 Kuliner Khas Lombok yang Terkenal Enak, Ada Ayam Taliwang hingga Nasi Balap Puyung

Baca juga: Indahnya Bukit Merese Lombok, Bisa Nikmati Sunrise Sekaligus Sunset

Baca juga: 5 Tempat Wisata yang Bisa Dikunjungi di Lombok untuk Liburan Akhir Pekan

(TribunTravel/mym)

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved