Breaking News:

Emirates Lanjutkan Penerbangan dari Dubai ke Australia dengan Pembatasan Penumpang

Maskapai penerbangan Emirates memulai kembali penerbangan ke kota-kota di Australia mulai Senin (25/1/2021).

Gambar oleh Rudi Nockewel dari Pixabay
Maskapai penerbangan Emirates memulai kembali penerbangan ke kota-kota di Australia mulai Senin (25/1/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Maskapai penerbangan Emirates memulai kembali penerbangan ke kota-kota di Australia mulai Senin (25/1/2021).

Maskapai yang berbasis di Dubai tersebut akan melanjutkan layanan ke Sydney, Melbourne dan Brisbane.

Kendati demikian, ada pengurangan jumlah penumpang internasional yang diizinkan terbang ke Australia.

"Emirates akan melanjutkan penerbangan penumpang ke Sydney mulai 25 Januari, ke Melbourne mulai 26 Januari, dan ke Brisbane mulai 28 Januari," kata seorang juru bicara maskapai penerbangan.

"Emirates sangat ingin melayani banyak warga Australia yang menunggu untuk pulang, dan kami berharap kondisi komersial dan operasional memungkinkan kami untuk terus melakukannya," tambahnya.

Melansir laman The National, Rabu (27/1/2021), Emirates sebelumnya telah membatalkan penerbangan ke tiga kota besar di Australia karena alasan operasional.

Namun, maskapi tersebut terus melayani penerbangan ke Perth.

Baca juga: Emirates Mulai Bagikan Vaksin COVID-19 untuk Karyawan yang Berbasis di UEA

Pihak Emirates mengatakan kepada The National bahwa mereka menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada para pelancong karena keputusan tersebut.

Selain itu, Emirates juga akan tetap berkomitmen untuk menerbangkan warga Australia kemanapun mereka ingin pergi.

Lebih sedikit penumpang dalam penerbangan

Adanya peraturan perjalanan yang berlaku di Australia saat ini membuat maskapai penerbangan seperti Emirates, dan maskapai penerbangan lain, hanya dapat menjual kursi dalam jumlah terbatas pada penerbangan ke negara tersebut.

Emirates diketahui mengoperasikan rute Australia melalui jet Boeing C yang memiliki kapasitas untuk mengangkut sekira 360 penumpang.

Ilustrasi maskapai Emirates
Ilustrasi maskapai Emirates (Flickr/ Steve Lynes)

"Pandemi telah membuat penerbangan internasional sangat menantang, dan pembatasan dinamis serta persyaratan yang diterapkan oleh otoritas negara bagian yang berbeda di Australia telah menambah kerumitan dan beban pada operasi kami," kata juru bicara Emirates.

"Hal ini membuat kami menghentikan sementara layanan penumpang kami berhubungan dengan berbagai pemangku kepentingan terkait protokol awak dan detail operasional lainnya," tambahnya.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa Emirates telah membuat keputusan untuk melanjutkan layanan dengan penyesuaian pada operasional, sehingga dapat terus melayani para pelanggan.

Penerbangan tetap tidak tersedia untuk dipesan di situs web Emirates, tetapi ini diharapkan akan segera diperbarui.

Pembatasan baru yang lebih ketat pada kedatangan internasional di Australia mulai berlaku minggu lalu.

Batas mingguan dipotong dari yang sebelumnya 7.500 kedatangan, menjadi kurang dari 5.000 untuk empat minggu berikutnya.

Awak kabin dan pilot berada dalam gelembung

Kru Emirates dan pilot yang mengoperasikan penerbangan ke Australia berada dalam gelembung selama 48 jam sebelum penerbangan mereka, hingga mereka kembali ke Dubai.

Tes PCR yang wajib dilakukan 48 jam sebelum penerbangan, kini sedang dilakukan untuk para staf Emirates di rumah mereka.

Mereka yang akan melapor untuk penerbangan kemudian harus melakukan karantina sendiri di rumah sampai mereka berangkat ke bandara.

Di Australia, staf Emirates harus mengikuti tes lain pada saat kedatangan, dan tetap di hotel mereka sampai mereka kembali ke Dubai.

Emirates memuji stafnya karena membantu maskapai penerbangan untuk segera memulai kembali layanan penumpang ke Australia.

"Ini merupakan beban tambahan bagi kru kami sebagai individu, untuk rostering kami, dan biaya operasional, dan karena itu keputusan ini dibuat setelah peninjauan dan pertimbangan yang cermat," kata juru bicara Emirates.

Baca juga: Emirates Mulai Melakukan Vaksinasi Seluruh Karyawan yang Berbasis di Uni Emirat Arab

Baca juga: Maskapai Emirates Menangguhkan Seluruh Penerbangan ke 3 Kota Besar di Australia

Baca juga: Pilot Emirates Diskors karena Tolak Terbangkan Pesawat ke Israel: Saya Tidak Menyesal

Baca juga: Maskapai Emirates Menangguhkan Seluruh Layanan Penerbangan ke Afrika Selatan

Baca juga: Emirates Rilis Pesawat dengan Kabin Kelas Ekonomi Premium, Seperti Apa Fasilitasnya?

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved