Breaking News:

Staf Bandara India Pasang Tarif Rp 771 Ribu untuk Palsukan Dokumen dan Bebaskan Turis dari Karantina

Dilaporkan staf tersebut mematok tarif 55 dolar AS (Rp 771 ribu) kepada penumpang yang ingin melewati karantina dan memalsukan dokumen masuk.

Travel Weekly Asia
Ilustrasi - Penumpang di Bandara Mumbai. 

Aturan Karantina Mumbai

Chhatrapati Shivaji International Airport, Mumbai
Chhatrapati Shivaji International Airport, Mumbai (SOM)

Dilansir dari Simple Flying, Kamis (21/1/2021), Mumbai menambahkan aturan karantina wajib pada Desember 2020 setelah penyebaran strain baru COVID-19 di Inggris.

Pembatasan tersebut membuat semua penumpang yang datang dari Eropa dan Timur Tengah harus menjalani karantina hotel selama tujuh hari (dengan biaya sendiri) bersama dengan tes negatif di akhir masa karantina.

Tidak sampai situ, penumpang yang baru datang juga wajib melakukan karantina mandiri lagi selama tujuh hari.

Penerbangan Internasional Lambat Pulih

Sementara pasar domestik India telah pulih dengan relatif baik, penerbangan internasional tidak seberuntung itu.

Pembatasan perbatasan di India dan luar negeri berarti hanya segelintir pelancong yang dapat terbang akhir-akhir ini, meskipun tujuan wisata seperti Male dan Dubai telah mengalami permintaan yang tinggi.

Namun, kemunculan jenis COVID-19 Inggris yang baru telah menyebabkan lalu lintas turun sekali lagi.

Sejak itu, penerbangan dari Inggris yang biasanya merupakan pasar yang ramai, telah dipotong setengah dan permintaan turun drastis.

Tonton juga:

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved